Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
13 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
12 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
3
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
15 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
13 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
DPR RI: 'New Normal' adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
DPR RI
14 jam yang lalu
DPR RI: New Normal adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
6
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Politik
12 jam yang lalu
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Selamatkan Sentra Ekonomi, Tito Bolehkan Pabrik-pabrik Tetap Buka

Selamatkan Sentra Ekonomi, Tito Bolehkan Pabrik-pabrik Tetap Buka
Rabu, 13 Mei 2020 16:52 WIB
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Kabupaten/Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang untuk menekan penyebaran Covid-19 dan menyelamatkan sentra ekonomi.

Hal ini disampaikan Tito saat mengunjungi langsung penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah tersebut pada Selasa (12/5) kemarin.

"Saya meminta kepada pimpinan yang ada di Bekasi dan Karawang, betul-betul dalam waktu dua sampai tiga minggu ini bisa mendisiplinkan masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19," kata Tito dalam keterangannya, Rabu (13/5).

"Pakai masker, kemudian cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, jaga jarak, itu hal yang sangat penting sekali, ditambah dengan (menghindari) kerumunan sosial. Tapi ini tidak hanya dengan kampanye, harus dilakukan dengan intervensi kebijakan publik oleh Pemerintah Daerah," sambungnya.

Tito menekankan, meminta masyarakat untuk mampu berdamai dengan kondisi pandemi dengan tetap menjaga protokol kesehatan, menjaga sistem imunitas tubuh, melakukan pencegahan, setelah mengenali karakteristik virus tersebut.

Terlebih, Tito menyebut pabrik yang merupakan roda ekonomi boleh kembali beraktivitas. Namun, harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Pabrik-pabrik yang ada ke depan boleh buka, tapi harus membuat protokol yang kuat, protokol kesehatan, masuk semua harus diperiksa dengan thermal gun, tempat cuci tangan disiapkan di mana-mana, hand sanitizer di mana-mana, semua wajib pakai masker, kemudian di tempat kerja ada jaraknya, moda transportasi juga begitu, restoran, hotel, memperlakukan hal yang sama," ujar Tito.

"Mereka tidak mungkin akan tutup terus- menerus, PHK akan berguguran, akan makin banyak, tapi itu ke depan. Kita sekarang maksimalkan dulu melaksanakan PSBB ini," terang Tito.

Karawang dan Bekasi, kata Tito merupakan pusat industri yang memiliki peran penting dalam memasok logistik nasional. Oleh karena itu, Tito memandang diperlukan terobosan untuk menjaga stabilitas ekonomi, di samping tetap menjaga keselamatan dan kesehatan publik.

"Kesehatan publik harus bisa kita tangani, kita manage, tapi ekonomi juga bisa survive. Bekasi dan Karawang adalah salah satu daerah ekonomi yang penting dalam supply chain and production chain, rantai produksi, rantai suplai logistik nasional," beber Tito.

Tito mengharapkan, Pemda Bekasi dan Karawang dapat berinovasi membuat kebijakan menekan Covid-19. Ditambah dengan kesiapan untuk membuka industri ekonomi agar prekonomian pulih kembali.

"Bagaimana memanage agar industri ini ke depan nanti tetap bisa berjalan meskipun vaksin belum ditemukan," tukas Tito.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Jawapos.com
Kategori:Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww