Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Bamsoet Berikan Bantuan ke Mahasiswa Perantau Terdampak Covid-19

Bamsoet Berikan Bantuan ke Mahasiswa Perantau Terdampak Covid-19
Jum'at, 15 Mei 2020 00:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Relawan 4 Pilar dan Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS) menyalurkan bantuan sosial kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta. Mereka tinggal di Gedung Margasiswa (PMKRI) dan turut terkena dampak Covid-19.

"Pandemi Covid-19 juga turut berdampak terhadap kehidupan mahasiswa di perantauan. Ada yang tak lancar kiriman uang dari orang tua, hingga tak bisa lagi menjalani kuliah dengan bekerja sambilan. Sedikit bantuan ini mudah-mudahan bisa membuat pasokan logistik mereka di asrama tetap aman, sehingga bisa tetap tenang dalam menimba ilmu pengetahuan," ujar Bamsoet usai menyerahkan bantuan Asrama Mahasiswa Margasiswa Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/5/20).

Mantan Ketua DPR RI ini juga meminta selama pandemi Covid-19 ini, para mahasiswa tak pulang ke kampung halaman demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Jangan sampai karena merasa sehat lantas memaksakan diri pulang kampung dan malah menyebarkan virus Covid-19 ke orang tua, hingga akhirnya menyesal. 

"Sehat saat ini, bukan berarti terbebas dari virus Covid-19. Tak sedikit dari orang yang terlihat sehat dan tanpa gejala Covid-19, justru menjadi carrier yang menyebarkan virus Covid-19. Besarnya rindu dengan orang tua, masih bisa diobati dengan telepon ataupun video call. Tapi jika memaksakan diri pulang kampung dan terjadi hal tak diinginkan, penyesalan tak ada gunanya. Apalagi mengakibatkan orang-orang yang kita cintai di kampung tertular oleh kita," tandas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, para mahasiswa sebagai kalangan terdidik harus membantu pemerintah memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan menghadapi Covid-19. Bisa dimulai dengan mengedukasi keluarga dan lingkungan terdekat. Pastikan orang tua dan keluarga di kampung halaman melakukan physical distancing dan memakai masker jika pergi keluar rumah, serta mencuci tangan secara berkala.

"Mahasiswa juga bisa memanfaatkan media sosialnya masing-masing sebagai instrumen mengedukasi masyarakat. Ide dan kreatifitas mahasiswa harusnya tak terbatas. Minimal, disela mengisi waktu perkuliahan, bikinlah konten-konten video maupun selebaran yang kreatif. Mahasiswa tak boleh larut meratapi pandemi Covid-19 dengan keputusasaan, melainkan harus bangkit melawan agar Covid-19 segera hilang dari peredaran," pungkas Bamsoet.***

wwwwww