Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
22 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
16 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
16 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Beladiri

KPK Dorong Penggunaan Dana Penanggulangan Pandemi di Sultra Sesuai Aturan

KPK Dorong Penggunaan Dana Penanggulangan Pandemi di Sultra Sesuai Aturan
Gedung Merah Putih, kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Zul/GoNews.co)
Jum'at, 15 Mei 2020 23:34 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap, penggunaan anggaran Covid-19 di wilayah Sulawesi Utara sesuai dengan kebutuhan dan aturan.

Dalam SE KPK Nomor 8 Tahun 2020 tanggal 2 April 2020 tentang penggunaan anggaran Pelaksanaan Barang/Jasa (PBJ) dalam rangka percepatan penanganan Covid 19 terkait pencegahan korupsi, KPK menegaskan bahwa PBJ harus tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Apabila dalam situasi darurat, PBJ dapat dilakukan namun lebih menekankan pada sisi efektif, transparan dan akuntabel. Artinya jangan sampai ada penggunaan barang dan jasa tanpa ada identifikasi kebutuhan atau tidak relevan," kutipan kabar telekonferensi Satgas Koordinator Pencegahan Wilayah III Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aida Zulaiha bersama jajaran pemerintah provinsi Sulawesi Utara, Jumat (15/5/2020).

"Khusus dalam situasi bencana, kondisi pasar menjadi tidak stabil sehingga pelaksanaan anggaran dan PBJ mengedepankan harga terbaik/value for money. Artinya kualitas paling baiklah yang dipilih, bukan melalui harga terendah," kutipan kabar tersebut.

Dalam rapat kali ini dibahas juga mengenai data DTKS dan non DTKS. Ke depan KPK ingin adanya basis data (satu data) dan melakukan perluasan data DTKS. KPK pun mengajak Pemprov Sulawesi Utara untuk melakukan pemeriharaan database, sehingga database tersebut bisa dipergunakan kembali untuk bantuan selanjutnya, tidak hanya dalam situasi COVID- 19 saja. Kedepan data penerima bantuan social bersumber dari satu basis yaitu DTKS yang sudah padan dengan NIK, harapannya agar penyaluran bantuan sosial menjadi tepat sasaran ke masyarakat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Metropolitan, Badminton, DKI Jakarta, Sulawesi Utara
wwwwww