Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
19 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
24 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
6
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Nasional

Pemerintah Biarkan Berkerumun di Bandara, Din Imbau Umat Islam Tak 'Balas Dendam' dengan Kumpul di Masjid

Pemerintah Biarkan Berkerumun di Bandara, Din Imbau Umat Islam Tak Balas Dendam dengan Kumpul di Masjid
Din Syamsuddin. (okezone.com)
Selasa, 19 Mei 2020 11:36 WIB
JAKARTA - Pemerintah dinilai tidak konsekuen memberlakukan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Buktinya, terjadi kerumunan orang di bandara dan tempat-tempat umum lainnya yang terkesan dibiarkan.

Penilaian itu disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin. Din meminta pemerintah melarang semua kegiatan di semua tempat yang mendorong orang berkerumun.

''Kepada pemerintah untuk melaksanakan secara konsekuen peraturannya sendiri tentang PSBB, yakni dengan tidak mengizinkan kegiatan-kegiatan yang mendorong orang berkerumun di tempat-tempat umum,'' kata Din Syamsuddin, Selasa (19/5/2020), seperti dikutip dari sindonews.com.

Mantan Ketum PP Muhammadiyah itu mengingatkan, peraturan tersebut perlu dilaksanakan secara berkeadilan. ''Jangan melarang umat Islam shalat jamaah di masjid, tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain,'' tambahnya.

Din mengharapkan pemerintah bersimpati dengan penderitaan rakyat yang mengalami kesusahan hidup karena menganggur, sementara bantuan sembako tidak terbagi merata.

''Mengapa pada saat demikian Pemerintah justru mempelopori acara seperti konser musik yang tidak memperhatikan protokol kesehatan, dan terkesan bergembira di atas penderitaan rakyat,'' ucap Din.

''Bukankah sebaiknya dalam keadaan penuh keprihatinan kita semua meningkatkan doa dan munajat ke hadirat Sang Pencipta, Allah SWT, sesuai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab?'' sambungnya.

Kepada umat Islam, Din mengimbau agar tetap konsisten menaati fatwa MUI, untuk sementara waktu mengalihkan shalat berjamaah, termasuk shalat Idul Fitri, ke rumah masing-masing, dan anjuran para ahli kesehatan (ahl al-dzikri) untuk selalu menerapkan prinsip physical distancing dengan tidak berkerumun.

''Tidak perlu ada yang 'membalas dendam' terhadap ketidakadilan pemerintah tersebut, dengan keinginan berkumpul di masjid-masjid,'' imbaunya.

Dikatakan Din, sebagai warga negara yang baik, umat Islam harus selalu menampilkan teladan yang baik (qudwah hasanah). ''Biarkan pihak lain melanggar, tapi kita dapat menahan hawa nafsu untuk tidak terjebak ke dalam kesesatan,'' ujarnya.

''Kepada umat Islam agar pada hari-hari akhir Ramadhan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, berdoa ke hadirat-Nya untuk melimpahkan ma'unah-Nya atas Bangsa Indonesia sehingga terbebas dari wabah corona, dan dari marabahaya dan malapetaka,'' tutupnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:PON, Nasional
wwwwww