Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
11 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
2
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
Umum
10 jam yang lalu
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
3
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Internasional
17 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
4
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
14 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
5
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
Peristiwa
11 jam yang lalu
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
6
50 Tahun Tanpa Renovasi, Masjid Pusat Pembinaan Mualaf Terancam Roboh
Umum
16 jam yang lalu
50 Tahun Tanpa Renovasi, Masjid Pusat Pembinaan Mualaf Terancam Roboh
Home  /  Berita  /  Nasional

Pemerintah Biarkan Berkerumun di Bandara, Din Imbau Umat Islam Tak 'Balas Dendam' dengan Kumpul di Masjid

Pemerintah Biarkan Berkerumun di Bandara, Din Imbau Umat Islam Tak Balas Dendam dengan Kumpul di Masjid
Din Syamsuddin. (okezone.com)
Selasa, 19 Mei 2020 11:36 WIB
JAKARTA - Pemerintah dinilai tidak konsekuen memberlakukan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Buktinya, terjadi kerumunan orang di bandara dan tempat-tempat umum lainnya yang terkesan dibiarkan.

Penilaian itu disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin. Din meminta pemerintah melarang semua kegiatan di semua tempat yang mendorong orang berkerumun.

''Kepada pemerintah untuk melaksanakan secara konsekuen peraturannya sendiri tentang PSBB, yakni dengan tidak mengizinkan kegiatan-kegiatan yang mendorong orang berkerumun di tempat-tempat umum,'' kata Din Syamsuddin, Selasa (19/5/2020), seperti dikutip dari sindonews.com.

Mantan Ketum PP Muhammadiyah itu mengingatkan, peraturan tersebut perlu dilaksanakan secara berkeadilan. ''Jangan melarang umat Islam shalat jamaah di masjid, tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain,'' tambahnya.

Din mengharapkan pemerintah bersimpati dengan penderitaan rakyat yang mengalami kesusahan hidup karena menganggur, sementara bantuan sembako tidak terbagi merata.

''Mengapa pada saat demikian Pemerintah justru mempelopori acara seperti konser musik yang tidak memperhatikan protokol kesehatan, dan terkesan bergembira di atas penderitaan rakyat,'' ucap Din.

''Bukankah sebaiknya dalam keadaan penuh keprihatinan kita semua meningkatkan doa dan munajat ke hadirat Sang Pencipta, Allah SWT, sesuai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab?'' sambungnya.

Kepada umat Islam, Din mengimbau agar tetap konsisten menaati fatwa MUI, untuk sementara waktu mengalihkan shalat berjamaah, termasuk shalat Idul Fitri, ke rumah masing-masing, dan anjuran para ahli kesehatan (ahl al-dzikri) untuk selalu menerapkan prinsip physical distancing dengan tidak berkerumun.

''Tidak perlu ada yang 'membalas dendam' terhadap ketidakadilan pemerintah tersebut, dengan keinginan berkumpul di masjid-masjid,'' imbaunya.

Dikatakan Din, sebagai warga negara yang baik, umat Islam harus selalu menampilkan teladan yang baik (qudwah hasanah). ''Biarkan pihak lain melanggar, tapi kita dapat menahan hawa nafsu untuk tidak terjebak ke dalam kesesatan,'' ujarnya.

''Kepada umat Islam agar pada hari-hari akhir Ramadhan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, berdoa ke hadirat-Nya untuk melimpahkan ma'unah-Nya atas Bangsa Indonesia sehingga terbebas dari wabah corona, dan dari marabahaya dan malapetaka,'' tutupnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Umum, Nasional
wwwwww