Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
Nasional
15 jam yang lalu
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
2
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
24 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
3
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
22 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
4
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
5
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
6
MPR: Protokol Kesehatan di Masa Transisi Wajib Dipatuhi
MPR RI
21 jam yang lalu
MPR: Protokol Kesehatan di Masa Transisi Wajib Dipatuhi
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Kominfo Dorong Peningkatan Kapasitas Jaringan Seluler Hadapi 'New Normal'

Kominfo Dorong Peningkatan Kapasitas Jaringan Seluler Hadapi New Normal
Ilustrasi tatanan kehidupan baru. (Ist.)
Jum'at, 22 Mei 2020 18:10 WIB
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berkoordinasi dengan penyelenggara seluler untuk melakukan upaya perbaikan atau meningkatkan kapasitas jaringan telekomunikasi di wilayah yang layaran jaringannya masih kurang baik.

Hal tersebut dilakukan guna mendorong Indonesia memasuki new normal. Menurut Menkominfo Johnny G. Plate, Covid-19 telah mengubah kebiasaan-kebiasaan masyarakat secara drastis, seperti interaksi fisik atau tatap muka di dunia nyata yang berpindah ke dunia virtual dengan memanfaatkan kemajuan teknologi telekomunikasi.

"Kami juga melihat terjadinya percepatan transisi ke ranah digital seperti meningkatkan ecommerce, meningkatnya penggunaan uang elektronik dalam transaksi ekonomi serta penggunaan tanda tangan digital di ranah hukum," ujar Johnny menjelaskan hasil pemantauan pihaknya terhadap kualitas layanan telekomunikasi selama Pandemi.

Setelah pandemi ini berlalu, kata Johnny, kebiasaan-kebiasaan tersebut akan terus terbawa sebagai langkah preventif terhadap penyebaran virus di kehidupan sehari-hari dan kita akan memasuki fase new normal.

"New normal adalah kebiasaan-kebiasaan baru yang muncul sejak fase Pandemi Covid-19 dan menjadi kenormalan baru pasca pandemi," kata dia dalam lansiran tempo, Jumat (22/5/2020).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Pemerintahan, Nasional, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww