Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
17 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
17 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
18 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
22 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
17 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Panitia Konser Amal Kena Prank M. Nuh, Nasir Djamil: Ini Lawak Kelas Wahid

Panitia Konser Amal Kena Prank M. Nuh, Nasir Djamil: Ini Lawak Kelas Wahid
Jum'at, 22 Mei 2020 16:19 WIB
JAKARTA - Pelelangan motor bertanda tangan Presiden Joko Widodo yang diprakarsai oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama BPIP dan BNPB untuk menyuntik dana percepatan penanangan pandemik Covid-19 menggelitik masyarakat.

Pasalnya, dalam pelelangan tersebut salah seorang warga bernama M. Nuh yang bekerja sebagai buruh bangunan, menjadi pemenang lelang motor Gesits seharga Rp. 2,5 miliar tersebut.

Kapolda Jambi Irjen Firman Santyabudi menyebutkan, yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah, bukan malah membayar. Dan karena ditagih untuk segera membayar, yang bersangkutan ketakutan, dia pun datang ke polisi untuk minta perlindungan.

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil terkekeh mendengar kabar tersebut, dan mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bahan hiburan masyarakat di tengah musibah Covid-19 ini.

"Ini lawak kelas wahid, bayangkan seorang yang konon berprofesi buruh bangunan mampu mengelabui panitia," kata Nasir sambil tertawa terbahak-bahak kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (22/5).

Disinggung mengenai apa yang harus dilakukan pemerintah dan panitia penyelenggara acara atas 'prank' M. Nuh. Nasir mengatakan bahwa M. Nuh cocok jadi seniman prank.

"Ya jangan diapa-apain lah. Berarti dia cocok jadi aktor, karena mampu meyakinkan panitia," tutup politisi PKS asal Aceh ini.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww