Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
15 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
17 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
12 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
10 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
10 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Nasional

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1441 H Jatuh pada Ahad

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1441 H Jatuh pada Ahad
Melihat hilal. (panjimas.com)
Jum'at, 22 Mei 2020 19:41 WIB
JAKARTA - Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada Ahad, 24 Mei 2020.

''Sidang isbat secara bulat menyatakan 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh hari Ahad atau Minggu, 24 Maret 2020,'' kata Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, usai menggelar sidang isbat, Jumat (22/5/2020) malam, seperti dikutip dari Kompas.com.

Dijelaskan Menag, sidang isbat dilakukan dengan mempertimbangkan dua hal, yaitu hasil hisab (berdasarkan perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal atau pengamatan hilal/bulan baru.

''Ini bukanlah dua metode yang saling berhadapan atau dibenturkan, keduanya sama pentingnya,'' ucap Menag.

''Pemerintah sejak dulu menggunakan dua metode tersebut, jadi saling melengkapi satu dengan yang lain,'' sambung Fachrul Razi.

Berdasarkan pengamatan hisab, menurut Fachrul Razi, diketahui bahwa ketinggian hilal masih di bawah ufuk.

''Ketinggian hilal di seluruh indonesia bawah ufuk antara minus 5 derajat 17 menit sampai dengan minus 3 derajat 58 menit,'' ucap Fachrul.

Adapun, rukyatul hilal dilakukan dari 80 titik pengamatan dari berbagai penjuru wilayah Indonesia.

Menurut Menag, hasil rukyatul hilal juga mengonfirmasi perhitungan hisab.

''Hisab telah dikonfirmasi di 80 titik di 34 provinsi atau seluruh provinsi di Indonesia,'' kata dia.

''Dari 80 titik semua melaporkan tidak melihat hilal,'' ucap Fachrul.

Protokol kesehatan

Tahun ini berbeda dari sebelumnya, karena sidang dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan akibat pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Tanah Air.

''Sesuai protokol kesehatan, undangan untuk menghadiri sidang dibatasi hanya dihadiri Menag dan Wamenag, Majelis Ulama Indonesia, serta Komisi VIII DPR,'' kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Ditjen Bimas Islam Agus Salim melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Tahapan sidang isbat terbagi atas sejumlah sesi. Pada sesi pertama yang dimulai pukul 17.00 WIB, disampaikan pemaparan posisi hilal awal Syawal 1441 Hijriah oleh anggota Falakiyah Kemenag Cecep Nurwendaya.

Setelah maghrib, sidang dibuka Menag Fachrul Razi, dilanjutkan laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal dari 80 titik di seluruh Indonesia. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:PON, Nasional
wwwwww