Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
20 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
2
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
11 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
3
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
22 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
4
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
Peristiwa
23 jam yang lalu
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
5
Garuda Indonesia Bersiap Masuki 'New Normal'
Ekonomi
24 jam yang lalu
Garuda Indonesia Bersiap Masuki New Normal
6
MPR RI Berikan Penghargaan ke Prajurit TNI dari Maumere
Politik
23 jam yang lalu
MPR RI Berikan Penghargaan ke Prajurit TNI dari Maumere
Home  /  Berita  /  Umum

Jelang Takbiran, Pasar Ciputat Padat

Jelang Takbiran, Pasar Ciputat Padat
Suasana Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (23/5/2020) siang.
Sabtu, 23 Mei 2020 13:26 WIB
TANGSEL - Pasar Ciputat, Tangerang Selatan dipadati pengunjung pada Sabtu (23/05/2020). Dari luar, tampak motor warga memenuhi bahu jalan yang dijadikan sebagai area parkiran.

Pedagang yang berjualan di area luar pasar dan bahu jalan pun, terlihat sibuk di bawah cuaca panas dan berjejalnya orang. Physical distancing, terpatau tak lagi dihiraukan warga.

Sementara itu, malam hari di Jl. Raya Serpong, terlihat sepi. Akses dari arah ujung Bogor menuju Serpong, Tangerang Selatan, tepatnya di Bundaran Tekno, ditutup petugas. Hanya tersisa sedikit celah di barikade itu akses warga dari Serpong melintas ke luar.

"Iya tidak boleh lewat," kata petugas bersegaram TNI lengkap, Jumat (22/5/2020) dini hari.

Tak seberapa jauh dari titik penutupan jalan itu, tampak warga berjaga di gang perumahan. Antusiasme warga mencegah orang lalu lalang begitu kentara. Siapapun yang tak dikenal, langsung diperiksa dan dimintai KTP-nya.

Feti, seorang warga Kavling Serpong, juga begitu serius menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Anaknya yang baru saja tiba dari Jerman (sempat dikarantina di Wisma Atlet), bahkan Ia larang untuk terlalu berdekatan fisik dengannya.

"Nggak ada kangen-kangenan. Nempel, peluk, nggak ada. Cuci semua pakaian di koper, yang bersih juga cuci," kata Feti.

Pemerintah memang concern terhadap pemulihan ekonomi dari dampak Pandemi Covid-19. Alokasi anggaran penanggulangan Covid-19 pun lebih besar untuk sektor ekonomi ketimbang sektor kesehatan.

Mengutip kembali pernyataan, Bung Fred, jurnalis senior dari salah satu media nasional beberapa waktu lalu, "pandemi, secara sosilogis, memang telah merubah kita,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, GoNews Group, DKI Jakarta, Banten

wwwwww