Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
15 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
Sepakbola
18 jam yang lalu
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
3
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
Sepakbola
18 jam yang lalu
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
4
Lawan Manchester United, Bournemouth Unggul di Bola Mati
Sepakbola
18 jam yang lalu
5
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi PasukanĀ 
Sepakbola
18 jam yang lalu
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi PasukanĀ 
6
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Kesehatan
22 jam yang lalu
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Mahfud MD Sebut Korban Jiwa Kecelakaan 9 Kali Lebih Banyak dari Corona

Mahfud MD Sebut Korban Jiwa Kecelakaan 9 Kali Lebih Banyak dari Corona
Rabu, 27 Mei 2020 15:08 WIB
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD menyebut angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas dan penyakit diare lebih tinggi ketimbang angka kematian akibat Virus Corona. Ia pun meminta masyarakat tak terlalu risau dengan Covid-19.

Ia merinci angka kematian Virus Corona di Indonesia, sejak 1 Januari hingga akhir April 2020, rata-rata 17 kasus dalam sehari. "Sementara angka kecelakaan lalu lintas itu 9 kali lebih banyak dari Corona," kata Mahfud dalam sambutannya di acara Halal bi Halal IKA UNS yang disiarkan di kanal Youtube Universitas Sebelas Maret, Selasa (26/5).

Tak hanya itu, dia merinci bahwa terdapat 560 ribu kasus kematian selama 931 hari akibat penyakit diare di seluruh dunia. Jumlah itu, kata dia, lebih besar ketimbang jumlah kematian global akibat Corona yang menginjak 280 ribu kasus.

Tak hanya diare, Mahfud turut merinci kasus kematian akibat penyakit kanker sudah menginjak 3 juta kasus di seluruh dunia. "Bahkan berkali-kali lebih banyak orang mati karena AIDS dan diare," kata dia.

Mahfud tak menyinggung soal perbedaan Covid-19 dengan ketiga penyakit di atas. Yakni, diare, kanker, sudah terjadi sejak era sebelum masehi. Kasus pertama HIV/AIDS diperkirakan terjadi pada 1931. Sementara, kasus pertama Covid-19 baru tercatat pada Desember 2019.

Mahfud juga meminta masyarakat tak perlu takut berlebihan terhadap Virus Corona meski meminta agar tak meremehkannya.

"Kita tak ingin menyepelekan, tapi ingin mengatakan jangan takut berlebihan. Karena kata Ibnu Sina, kepanikan itu separuh dari penyakit. Kesabaran itu separuh dari kesembuhan," kata dia.

Di sisi lain, Mahfud mengklaim bahwa pemerintah sudah berusaha keras melakukan antisipasi di dalam negeri jauh sebelum corona dinyatakan masuk ke Indonesia. "Sebulan lebih sejak kasus pertama ditemukan. Indonesia sudah menutup penerbangan itu 28 Januari," kata dia.

Tak hanya itu, Mahfud menyatakan pemerintah telah berencana membuat RS Khusus Pasien Covid-19 Di Pulau Galang pada 6 Februari 2020. Upaya itu sudah jauh hari sebelum ditemukan kasus pertama corona pada 2 Maret 2020 lalu.

"Nah, sesudah ditemukan, ada anggapan pemerintah lalai. Kita sampai Maretnya mengatakan bahwa memang belum ada. Itu masiy menguat Indonesia sebagai belum besar di Asia belum ada corona. Ya memang belum ada," kata Mahfud.

Berdasarkan data covid19.go.id, dengan 1.391 di antaranya meninggal dunia. Jika dirata-ratakan, berdasarkan hari pertama kasus Corona di Indonesia, yakni 2 Maret, kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 16,36 korban jiwa per hari.

Secara global kasus Corona mencapai 5.307.298 orang, dengan 342.070 kematian. Menurut data Korps Lalu Lintas Polri, angka kecelakaan lalu lintas selama 2019 mencapai 107.500 kasus dengan jumlah korban jiwa 23.530 orang. Jika dirata-ratakan, jumlah korban meninggal sepanjang 2019 mencapai 64,47 korban per hari.

Dengan kata lain, jumlah korban lalu lintas mencapai sekitar 4 kali kasus Corona, bukan sembilan kali.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww