Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
Peristiwa
13 jam yang lalu
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
2
'Papuan Lives Matter' jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
Umum
15 jam yang lalu
Papuan Lives Matter jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
3
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
DPR RI
14 jam yang lalu
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
4
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
Pemerintahan
5 jam yang lalu
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
5
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
Peristiwa
12 jam yang lalu
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
6
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
DPD RI
11 jam yang lalu
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
Home  /  Berita  /  DPR RI

Legislator Minta Proyek KA Cepat Ditunda

Legislator Minta Proyek KA Cepat Ditunda
Anggota Komisi V DPR RI, Irwan. (Foto: Ist.)
Sabtu, 30 Mei 2020 18:11 WIB
JAKARTA - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dikabarkan akan berlanjut sampai Surabaya, dan rencana proyek rute khusus Jakarta-Surabaya sebelumnya, dibatalkan. Meski ada pembatalan rute tersebut, pelaksanaan proyek rute Jakarta-Bandung-Surabaya di masa pandemi dinilai tak tepat.

Hal itu dikemukakan oleh, Anggota Komisi V DPR RI, Irwan kepada wartawan, Sabtu (30/5/2020). Menurut Irwan, penundaan akan lebih tepat di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Toh, kata Irwan, "pemerintah juga mengeluh kekurangan anggaran penanganan covid, termasuk kekurangan anggaran untuk stimulus ekonomi,".

"Jadi baiknya lebih mendorong ekonomi masyarakat dulu, ekonomi kerakyatan, UMKM, ya fokusnya ke sana, dibanding melanjutkan infrastruktur-infrastruktur besar yang sebenarnya bisa ditunda," tambahnya.

Jangan sampai, sambung Wasekjen Partai Demokrat ini ada kesan yang negatif dari masyarakat bahwa, "pemerintah berpihak pada pemodal atau pengusaha besar di proyek kereta api cepat itu,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, DPR RI, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww