Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
17 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
Sepakbola
20 jam yang lalu
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
3
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
Sepakbola
19 jam yang lalu
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
4
Lawan Manchester United, Bournemouth Unggul di Bola Mati
Sepakbola
19 jam yang lalu
5
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi PasukanĀ 
Sepakbola
19 jam yang lalu
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi PasukanĀ 
6
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Kesehatan
24 jam yang lalu
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional

IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Ketua Dewan Pakar IMI, Lukman Edy. (Istimewa)
Senin, 01 Juni 2020 14:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Dewan Pakar Indonesia Maju Institut (IMI), H.M Lukman Edy, tidak hanya mendukung adanya kebijakan New Normal yang diwacanakan Presiden Joko Widodo.

Namun menurut Dia, wacana tersebut adalah merupakan peluang untuk bangkit dan move on dari keterpurukan ekonomi selama dua bulan terakhir.

"Bangsa Indonesia perlu segera move on dari tata kehidupan yang sempat mandeg semenjak masuknya pandemi Covid-19. Terlebih sejak Maret lalu, kehidupan warga telah didorong untuk work from home (WFH) yang dilanjutkan dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Layaknya nafas yang kemarin tidak leluasa selama lockdown dan PSBB, di masa New Normal nantinya diharapkan perekonomian masyarakat kembali bergeliat. Karenanya momentum keterbukaan New Normal mesti dilihat sebagai momentum positif," katanya.

Menurut Lukman Edy, New Normal akan membuka potensi kelangsungan hidup masyarakat akan bisa terselamatkan, terutama untuk masyarakat bawah yang terdampak paling besar karena adanya pandemi Covid-19 ini. Sebab apabila situasi ini dibiarkan, maka bisa menimbulkan kebangkrutan perekonomian nasional yang bisa membahayakan bagi kelangsungan negara. "Ini kebijakan yang genuin untuk menyelamatkan perekonomian negara," tegasnya.

Dengan adanya kebijakan New Normal ini, dimana keran APBN mulai dibuka, maka secara berangsur perekonomian masyarakat akan terangkat. Di sisi lain, dengan adanya New normal ini, sektor konsumsi juga dengan sendirinya bangkit kembali. "Ketika dua sektor ekonomi ini telah berjalan kembali, sambil menunggu keran perekonomian global yang memungkinkan kita bisa ekspor terbuka kembali, maka perlahan tapi pasti perekonomian nasional akan bangkit kembali," demikian jelasnya.

Namun demikian, Lukman berpesan agar keberhasilan pemerintah dalam upaya mencegah persebaran covid-19 selama ini dapat terjaga, ia meminta masyarakat untuk tidak gegabah dan semena-mena, melainkan harus tetap menerapkan prosedur kesehatan dan physical distancing yang telah digariskan pemerintah, serta harus diikuti dengan pengawasan dan penegakan hukum yang tegas.

"Jangan sampai masyarakat lengah, penegakan hukum lemah yang akan memunculkan gelombang korban yang lebih besar pada masa New Normal nanti," tegasnya.***


wwwwww