Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
15 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
12 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
13 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
16 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
14 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Voli

IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional

IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Ketua Dewan Pakar IMI, Lukman Edy. (Istimewa)
Senin, 01 Juni 2020 14:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Dewan Pakar Indonesia Maju Institut (IMI), H.M Lukman Edy, tidak hanya mendukung adanya kebijakan New Normal yang diwacanakan Presiden Joko Widodo.

Namun menurut Dia, wacana tersebut adalah merupakan peluang untuk bangkit dan move on dari keterpurukan ekonomi selama dua bulan terakhir.

"Bangsa Indonesia perlu segera move on dari tata kehidupan yang sempat mandeg semenjak masuknya pandemi Covid-19. Terlebih sejak Maret lalu, kehidupan warga telah didorong untuk work from home (WFH) yang dilanjutkan dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Layaknya nafas yang kemarin tidak leluasa selama lockdown dan PSBB, di masa New Normal nantinya diharapkan perekonomian masyarakat kembali bergeliat. Karenanya momentum keterbukaan New Normal mesti dilihat sebagai momentum positif," katanya.

Menurut Lukman Edy, New Normal akan membuka potensi kelangsungan hidup masyarakat akan bisa terselamatkan, terutama untuk masyarakat bawah yang terdampak paling besar karena adanya pandemi Covid-19 ini. Sebab apabila situasi ini dibiarkan, maka bisa menimbulkan kebangkrutan perekonomian nasional yang bisa membahayakan bagi kelangsungan negara. "Ini kebijakan yang genuin untuk menyelamatkan perekonomian negara," tegasnya.

Dengan adanya kebijakan New Normal ini, dimana keran APBN mulai dibuka, maka secara berangsur perekonomian masyarakat akan terangkat. Di sisi lain, dengan adanya New normal ini, sektor konsumsi juga dengan sendirinya bangkit kembali. "Ketika dua sektor ekonomi ini telah berjalan kembali, sambil menunggu keran perekonomian global yang memungkinkan kita bisa ekspor terbuka kembali, maka perlahan tapi pasti perekonomian nasional akan bangkit kembali," demikian jelasnya.

Namun demikian, Lukman berpesan agar keberhasilan pemerintah dalam upaya mencegah persebaran covid-19 selama ini dapat terjaga, ia meminta masyarakat untuk tidak gegabah dan semena-mena, melainkan harus tetap menerapkan prosedur kesehatan dan physical distancing yang telah digariskan pemerintah, serta harus diikuti dengan pengawasan dan penegakan hukum yang tegas.

"Jangan sampai masyarakat lengah, penegakan hukum lemah yang akan memunculkan gelombang korban yang lebih besar pada masa New Normal nanti," tegasnya.***

wwwwww