Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
Ekonomi
21 jam yang lalu
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
2
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
Umum
8 jam yang lalu
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
3
Bertambah 1.671, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 74.018 Orang
Kesehatan
22 jam yang lalu
Bertambah 1.671, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 74.018 Orang
4
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
Internasional
18 jam yang lalu
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
5
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
3 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
6
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
2 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
Home  /  Berita  /  MPR RI

Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa

Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
Senin, 01 Juni 2020 14:14 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pengamalan nilai-nilai Pancasila bisa menjadi bagian solusi dari masalah yang dihadapi bangsa Indonesia.

"Bila saat ini seluruh anak bangsa sedang menghadapi wabah Covid-19 di tanah air, menurut saya penguatan pelaksanaan nilai-nilai Pancasila mampu mempercepat penanggulangannya," kata Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Minggu (31/5), menyambut hari lahir Pancasila 1 Juni 2020.

Menurut Rerie sapaan akrab Lestari, bila di dalam diri setiap anak bangsa memahami bahwa kepentingan bangsa lebih besar daripada kepentingan pribadi, yang merupakan bagian dari nilai-nilai Pancasila tentunya saat ini kita tidak lagi sibuk memaksa orang untuk mematuhi protokol kesehatan.

Bagaimana bangsa Indonesia menangani penanggulangan wabah Covid-19 di tanah air saat ini, Rerie menilai, bisa dijadikan gambaran seberapa banyak anak bangsa yang mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Menurut Rerie, bangsa Indonesia dengan nilai Pancasilanya sudah berpengalaman menghadapi ujian menghadapi bencana alam, baik banjir, gempa bumi dan tsunami, yang menimpa sebagian masyarakat di wilayah Indonesia.

Tetapi kali ini, tambahnya, kita diuji dengan bencana nonalam dalam bentuk wabah Covid-19 yang mengancam seluruh anak bangsa.

"Apakah kita mampu berkorban demi orang lain, meski kita sendiri juga menghadapi ancaman yang sama. Dalam kondisi inilah kita harus mampu membuktikannya."

Ketika sebagian masyarakat taat terhadap himbauan pemerintah untuk berkorban tinggal di rumah, menjaga jarak, memakai masker dan melaksanakan pola hidup sehat, Rerie menilai, seharusnya sebagian masyarakat lainnya, yang terpaksa tidak bisa memenuhi himbauan tinggal di rumah, benar-benar mematuhi protokol kesehatan dan physical distancing dengan disiplin untuk mencegah penularan.

Menghadapi wabah Covid-19, menurut Legislator Partai NasDem itu, membutuhkan kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa sehingga tidak terpecah belah dalam menyikapi upaya penanganan Covid-19 ini.

Demikian juga dengan upaya membantu kelompok masyarakat yang terdampak wabah Covid-19. "Bila kita memahami nilai-nilai sila Kemanusiaan yang adil beradab, saya kira kendala bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu bisa diatasi bersama."

Secara umum bagaimana keterlibatan masyarakat dalam merespons upaya penanggulangan wabah Covid-19 saat ini, menurut Rerie, bisa dijadikan bahan evaluasi untuk merancang strategi menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat di masa datang.

Rerie berpendapat, nilai-nilai Pancasila mampu dijadikan modal dasar tindakan untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa di masa datang, karena itu berbagai upaya untuk mempertahankan nilai- nilai Pancasila menjadi sangat penting.

"Berbagai bentuk penyesuaian dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda dan sejumlah lapisan masyarakat harus secara konsisten dilakukan."

Selanjutnya, jelas Rerie, evaluasi terhadap cara tersebut harus dilakukan secara periodik, agar terus terjadi penyempurnaan dalam teknis penyampaian nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus bangsa.

Terpenting dari semua upaya itu, menurut Rerie, adalah teladan dari para pejabat publik, tokoh masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di ruang publik.

"Sehingga generasi penerus bangsa dengan mudah memahami secara praktis penerapan nilai-nilai Pancasila di kehidupan nyata untuk bekal mereka menghadapi tantangan di masa datang," pungkasnya.***


wwwwww