Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
Politik
18 jam yang lalu
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
2
Sebut Santri Tahfidz Qur'an sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
Politik
23 jam yang lalu
Sebut Santri Tahfidz Quran sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
3
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
Peristiwa
22 jam yang lalu
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
4
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
Politik
22 jam yang lalu
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
5
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Politik
22 jam yang lalu
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
6
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Politik
22 jam yang lalu
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa

Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Selasa, 02 Juni 2020 07:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti mengingatkan Pemerintah memperhitungkan secara matang rencana menerapkan protokol Tatanan Normal Baru dan Aman Covid-19 atau new normal di tengah pandemi saat-saat ini.

Untuk itu, Novita menegaskan meski ke depannya berstatus new normal, namun ia mengingatkan agar seluruh elemen tetap menerapkan standar protokol kesehatan dalam setiap kegiatan di luar rumah.

"Ya mulai jalankan normal, tapi harus dengan tetap menjaga jarak dan kebersihan. Pemerintah juga harus menyiapkan fasilitas Rumah Sakit (RS) yang memadai dan kapasitasnya lebih untuk antisipasi yang terkena (virus Covid-19). Karena, pergerakan aktifitas masyarakat yang kembali tidak menutup kemungkinan akan bertambahnya terpapar," ujar Novita melalui siaran persnya.

Selain itu, politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut meminta Pemerintah mengurungkan niatnya mengenai adanya wacana kegiatan sekolah kembali dibuka untuk aktifitas belajar mengajar lagi. Meski, sambung Novita, dalam pelaksanaannya dibarengi dengan protokol kesehatan sekalipun.

"Khusus untuk sekolah, anak-anak kadang belum bisa maksimal lebih baik dalam penerapan protokol kesehatan. Karena itu, jangan ambil risiko untuk memulai berangkat sekolah kalau belum ada jaminan," tandas Novita.

Pimpinan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI ini lebih menyarankan agar pelaksanan kegiatan pendidikan tetap dilakukan secara virtual. Hal ini, mengingat anak-anak tetap bisa belajar meski tidak bersekolah secara fisik.

"Kalau perekonomian mungkin urgent untuk segera dilakukan di tengah pandemi karena mempengaruhi kehidupan," pungkas legislator dapil Purwokerto dan Cilacap itu.***


wwwwww