Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
22 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
9 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
21 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Home  /  Berita  /  Olympic

Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa

Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Selasa, 02 Juni 2020 07:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti mengingatkan Pemerintah memperhitungkan secara matang rencana menerapkan protokol Tatanan Normal Baru dan Aman Covid-19 atau new normal di tengah pandemi saat-saat ini.

Untuk itu, Novita menegaskan meski ke depannya berstatus new normal, namun ia mengingatkan agar seluruh elemen tetap menerapkan standar protokol kesehatan dalam setiap kegiatan di luar rumah.

"Ya mulai jalankan normal, tapi harus dengan tetap menjaga jarak dan kebersihan. Pemerintah juga harus menyiapkan fasilitas Rumah Sakit (RS) yang memadai dan kapasitasnya lebih untuk antisipasi yang terkena (virus Covid-19). Karena, pergerakan aktifitas masyarakat yang kembali tidak menutup kemungkinan akan bertambahnya terpapar," ujar Novita melalui siaran persnya.

Selain itu, politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut meminta Pemerintah mengurungkan niatnya mengenai adanya wacana kegiatan sekolah kembali dibuka untuk aktifitas belajar mengajar lagi. Meski, sambung Novita, dalam pelaksanaannya dibarengi dengan protokol kesehatan sekalipun.

"Khusus untuk sekolah, anak-anak kadang belum bisa maksimal lebih baik dalam penerapan protokol kesehatan. Karena itu, jangan ambil risiko untuk memulai berangkat sekolah kalau belum ada jaminan," tandas Novita.

Pimpinan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI ini lebih menyarankan agar pelaksanan kegiatan pendidikan tetap dilakukan secara virtual. Hal ini, mengingat anak-anak tetap bisa belajar meski tidak bersekolah secara fisik.

"Kalau perekonomian mungkin urgent untuk segera dilakukan di tengah pandemi karena mempengaruhi kehidupan," pungkas legislator dapil Purwokerto dan Cilacap itu.***

wwwwww