Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
4 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Soal Subsii Klub, Akhmad Hadian: PT LIB Tetap Komitmen
Sepakbola
23 jam yang lalu
Soal Subsii Klub, Akhmad Hadian: PT LIB Tetap Komitmen
3
Pemain Persib Bandung Jalani Swab Jelang Latihan Bersama
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Jalani Swab Jelang Latihan Bersama
4
Birrul Walidan Tambah Porsi Latihan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Birrul Walidan Tambah Porsi Latihan
5
Meski Pandemi, Himbara Pastikan KUR UMKM untuk Penyelamatan Ekonomi Nasional Berjalan Sesuai Target
Ekonomi
21 jam yang lalu
Meski Pandemi, Himbara Pastikan KUR UMKM untuk Penyelamatan Ekonomi Nasional Berjalan Sesuai Target
6
Dedi Kusnandar Siap Jalani Latihan Perdana Persib Bandung
Sepakbola
23 jam yang lalu
Dedi Kusnandar Siap Jalani Latihan Perdana Persib Bandung
Home  /  Berita  /  Internasional

Spanduk Ucapan Selamat kepada 'Negara Federal China Baru' Berkibar di Langit AS

Spanduk Ucapan Selamat kepada Negara Federal China Baru Berkibar di Langit AS
(Gambra: Tangkapan layar video istimewa via nypost.com)
Kamis, 04 Juni 2020 18:08 WIB
New York - Spanduk ucapan selamat kepada 'Negara Federal Baru Cina' terlihat berkibar melayang di langit New York pada Rabu (3/6/2020) kemarin. Tepatnya, di atas Hudson, dan di atas Red Hook di Brooklyn.

Warganet di sana menyebut, mereka melihat ada kampanye delapan spanduk seperti itu yang melayang di udara.

Mengutip, nypost.com, Kamis (4/6/2020) spanduk-spanduk itu merupakan aksi atas Partai Komunis Tiongkok yang diluncurkan oleh Steve Bannon dan seorang miliarder China, Guo Wengui. Pada hari peringatan pembantaian Lapangan Tiananmen, keduanya, sempat menyatakan pemerintah China tak sah.

"Mulai hari ini Partai Komunis Tiongkok (PKC) tidak akan lagi menjadi pemerintah Tiongkok yang sah," kata miliarder, Guo Wengui berteriak dari sebuah kapal di Pelabuhan New York, dengan Bannon di sisinya dan Patung Liberty di latar belakang.

"Saya di sini untuk memberi tahu semua orang yang mencintai perdamaian, hukum, kemanusiaan - kita akan mengakhiri partai Komunis sekali dan untuk selamanya. Kami mendapat ratusan negara pendukung," klaim Guo.

Guo yang sering mengkritik Cina, baru-baru ini mendorong teori coronavirus yang menyatakan virus itu bermula di laboratorium Cina.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Internasional, Umum

wwwwww