Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
4 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Soal Subsii Klub, Akhmad Hadian: PT LIB Tetap Komitmen
Sepakbola
23 jam yang lalu
Soal Subsii Klub, Akhmad Hadian: PT LIB Tetap Komitmen
3
Pemain Persib Bandung Jalani Swab Jelang Latihan Bersama
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Jalani Swab Jelang Latihan Bersama
4
Birrul Walidan Tambah Porsi Latihan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Birrul Walidan Tambah Porsi Latihan
5
Meski Pandemi, Himbara Pastikan KUR UMKM untuk Penyelamatan Ekonomi Nasional Berjalan Sesuai Target
Ekonomi
21 jam yang lalu
Meski Pandemi, Himbara Pastikan KUR UMKM untuk Penyelamatan Ekonomi Nasional Berjalan Sesuai Target
Home  /  Berita  /  Umum

Viral? Tagar #GeorgeFloydChallenge tak Tembus 100 Postingan per Kamis Sore di Instagram

Viral? Tagar #GeorgeFloydChallenge tak Tembus 100 Postingan per Kamis Sore di Instagram
Tangkapan layan pencarian tagar #GeorgeFloydChallenge di Instagram, Rabu (4/6/2020) pukul 17.00 WIB.
Kamis, 04 Juni 2020 17:28 WIB
JAKARTA - Tantangan bertajuk 'George Floyd Challenge' diberitakan sebagai tagar viral saat ini. Ini adalah tantangan berupa menindih leher seseorang menggunakan lututnya sambil tersenyum ke kamera.

Penelusuran GoNews.co di Instagram pada Rabu (4/6/2020) sore, Tagar #GoergeFloydChallenge tak diikuti oleh setidaknya 100 unggahan. Sementara di Twitter, pada waktu yang sama, tagar itu juga tak terpatau amat massif.

Meski begitu, tantangan aktifitas media sosial itu memang menuai reaksi kontra yang tak hanya dari para pengguna medsos.

"Kami mengonfirmasi bahwa tengah melakukan investigasi setelah gambar yang tersebar di medsos yang menunjukkan dua orang mencontoh kematian warga AS, George Floyd. Petugas telah menangkap dua remaja berusia 18 dan 19 tahun yang didakwa menyebarkan informasi yang menyebabkan keresahan dan stres," bunyi pernyataan resmi polisi Inggris dikutip dari nypost.com, Rabu (4/6/2020).

Masih segar di ingatan, George Floyd adalah korban tewas yang sidebut akibat tindakan represif polisi di Amerika Serikat. Polisi AS, Derek Chauvin, ketika itu menangkap Floyd di Minneapolis pada 25 Mei lalu. Chauvin diketahui menindih leher Floyd dengan lututnya yang belakangan disebut sebagai penyebab kematian Floyd.

Di Indonesia, insiden tewasnya Floyd, juga jadi pembicaraan masyarakat Indonesia di darat. Tak terpatau Trending maya soal ini di Indonesia, tapi kritisi atas perhatian terhadap isu HAM dalam insiden tewasnya Floyd juga muncul dari warganet Indonesia.

"Saat kejadian rasis di asrama Mahasiswa Papua, kalian semua pada tutup mata. Giliran kasusnya George Floyd kalian sok" an buka suara. Apa cuma pengen keliatan gaul? Fu** men, padahal rasisme di negeri sendiri aja belum baik," tulis aku twitter @putrantodeo_.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Umum

wwwwww