Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
16 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
12 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Olympic

Gara-gara Makan Mie Tek-tek, 15 Warga Termasuk Balita di Sibolga Keracunan

Gara-gara Makan Mie Tek-tek, 15 Warga Termasuk Balita di Sibolga Keracunan
Korban keracunan Mie Tek-tek di Sibolga. (Istimewa)
Senin, 08 Juni 2020 16:15 WIB
SIBOLGA - Sebanyak 15 orang warga Sibolga, Sumatera Utara, keracunan makanan setelah mengonsumsi mi tek-tek yang dijual salah satu pedagang di Pasar Inpres Aek Habil Sibolga, Sabtu (6/6). Dari 15 orang yang keracunan, 5 di antaranya anak balita.

Kepala Dinas Kesehatan Sibolga, Firmansyah Hulu, mengatakan, ia bersama tim sudah turun ke lokasi tempat pengolahan mi tek-tek di kawasan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Hasilnya, mi yang diolah diduga telah terkontaminasi bakteri Staphylococcus aureus yang bersumber dari lokasi pengolahan makanan milik pedagang mi tek-tek itu sendiri.

Menurut Kadis, ke-15 warga Sibolga yang keracunan itu langsung dievakuasi ke Rumah Sakit FL Tobing dan RS Metta Medika Sibolga. Dan dua dari 15 korban, sore itu juga diperbolehkan pulang dan rawat jalan.

"Dua jam setelah makan mi tek-tek, ke-15 orang itu langsung merasakan mual, muntah-muntah, diare, dan sakit kepala. Dari 15 orang korban terdiri lima anak balita, tiga orang berusia 5-10 tahun termasuk anak penjual mi tek-tek, dua orang berusia 11-15 tahun, dan lima orang dewasa di atas 15 tahun,” terang Hulu, Minggu (7/6/2020).

Sementara dari hasil peninjauan mereka ke lokasi tempat pengolahan mi tek-tek di Pondok Batu Sarudik, diakui Firman bahwa mi tek-tek yang dijual di Pasar Inpres Sibolga itu hasil olahan sendiri oleh pedagang yang bersangkutan, dan mi nya telah terkontaminasi bakteri Staphylococcus aureus, yang bersumber dari lokasi pengolahan.

"Lokasi pengolahannya memang terlihat kurang layak dari sisi higienitas dan sanitasinya," ucap Firman.

Diungkapkan Firman, khusus untuk wilayah Sibolga pihaknya selalu turun ke masing-masing pengolahan mi tek-tek yang ada, dan terus mengimbau agar mi yang diolah benar-benar higienis dan jangan dicampur dengan boraks.

"Dulu masih ada para pengolah mi tek-tek yang mencampurkan boraks karena lebih cepat proses pengolahannya. Namun setelah kita edukasi dan kita jelaskan bahayanya, tidak ada lagi yang menggunakan campuran itu. Dan sekarang kita tekankan higienis dan kebersihan tempat pengolahan mi. Dan sampai saat ini belum ada yang kita temukan yang bermasalah, kecuali yang kemarin, itu pun di luar Sibolga, hanya saja jualannya di Sibolga," terang Kadis.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Antara
Kategori:Badminton, Olympic, PON, Sumatera Utara
wwwwww