Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
DPR RI
15 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
2
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
DPR RI
13 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
3
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Nasional
14 jam yang lalu
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
4
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
Politik
3 jam yang lalu
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
5
Tuduh Santri Calon Teroris, Pimpinan Ponpes Daarul Ilmi Tuntut Denny Siregar Dipenjarakan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Tuduh Santri Calon Teroris, Pimpinan Ponpes Daarul Ilmi Tuntut Denny Siregar Dipenjarakan
6
Syarief Hasan: Perkuat Sistem Keamanan Laut Indonesia
Politik
22 jam yang lalu
Syarief Hasan: Perkuat Sistem Keamanan Laut Indonesia
Home  /  Berita  /  Politik

Komisi I DPR: Hentikan Hoaks dan Fitnah kepada Tenaga Medis

Komisi I DPR: Hentikan Hoaks dan Fitnah kepada Tenaga Medis
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta. (Istimewa)
Selasa, 09 Juni 2020 14:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sejumlah tenaga kesehatan di Sulawesi Selatan memberikan pernyataan sikap atas fitnah di media sosial terhadap para tenaga medis dalam penanganan Covid-19.

Mereka merasa difitnah telah mengambil untung besar dalam menangani Covid-19. Karena itu mereka melaporkan akun medsos yang telah menyebarkan hoaks dan fitnah tersebut ke pihak Kepolisian.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR RI Sukamta, meminta agar masyarakat dan netizen berhenti menyebarkan narasi-narasi hoak bernada fitnah kepada tenaga medis yang saat ini tengah berjuang melawan Covid-19.

"Hentikan penyebaran hoaks dan fitnah kepada para tenaga medis. Tindakan penyebaran hoaks melanggar UU ITE. Pemerintah perlu segera merespon laporan para tenaga kesehatan ini untuk menindak pemilik akun penyebarnya. Pemerintah musti bertindak cepat sesuai UU ITE sebagaimana cepatnya pemerintah bertindak selama ini jika yang menjadi korban hoaks pihak pemerintah," ujarnya, Selasa (09/6/2020) melalui pesan eleketronik.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini menambahkan, masyarakat harusnya justeru bersimpati kepada para tenaga kesehatan, para dokter dan perawat yang sudah bekerja keras di garda terdepan melawan pandemi ini.

"Mereka rela bertugas dan mendedikasikan diri sesuai sumpah profesi dan kode etik, mempertaruhkan nyawa dalam menjalankan tugas ini. Sudah selayaknya mereka mendapatkan dukungan dari kita semua, bukan justeru tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar," tegasnya.

Sebetulnya, kata Sukamta, tidak kali ini saja hoaks terjadi. Pada masa pandemi kasus hoaks meningkat. Ini menunjukkan tingkat literasi digital masyarakat yang belum menggembirakan.

Tentu hal tersebut masih menjadi PR penting bagi pemerintah ke depan untuk memberikan edukasi literasi digital termasuk memberi pemahaman soal hukum siber (UU ITE) kepada masyarakat luas.

"Jadi tolong kepada masyarakat agar bersikap bijak dalam masa pandemi ini. Jangan membuat keruh suasana yang sudah sulit ini," tukasnya.

"Pemerintah juga harus bisa menciptakan suasana kondusif, baik di masyarakat, maupun khususnya di kalangan tenaga kesehatan agar didukung secara penuh sehingga mereka bisa tetap bertugas secara maksimal. Sebab, jika mereka ini berhenti bekerja sehari saja, betapa sulitnya masyarakat dan pemerintah nantinya," ujar wakil rakyat dari Daerah Istimewa Yogyakarta ini.***


wwwwww