Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
10 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
8 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
9 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
12 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  SEA Games

Hasil Penelitian, Virus Corona Berkembang 10 Kali Lipat dalam 3 Hari dan Bisa Menginfeksi Otak

Hasil Penelitian, Virus Corona Berkembang 10 Kali Lipat dalam 3 Hari dan Bisa Menginfeksi Otak
Ilustrasi virus corona menempel pada sel manusia. (int)
Selasa, 16 Juni 2020 20:36 WIB
JAKARTA - Hasil penelitian terbaru mengungkapkan virus corona mampu berkembang 10 kali lipat dalam tiga hari dan bisa menginfeksi otak.

Dikutip dari detikhealth, penelitian yang berada di bawah tinjauan sejawat di jurnal Altex, tetapi belum dipublikasikan itu, melihat efek neurologis potensial dari Covid-19.

Para peneliti menyuntikkan virus ke otak buatan di laboratorium, dikembangkan dari sel induk manusia, demikian laporan Financial Times.

''Sangat penting untuk mengetahui bahwa organ kita yang paling berharga dapat secara langsung dipengaruhi oleh virus Corona,'' kata Thomas Hartung, seorang profesor di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, dikutip dari New York Post.

Hartung dan timnya menemukan, begitu virus corona memasuki neuron di otak buatan, virus corona mereplikasi dirinya sendiri.

Namun, penelitian itu tidak dapat membuktikan apakah virus dapat melewati sawar darah otak yang mampu melindungi organ terhadap banyak virus, bahan kimia, serta sering mencegah infeksi. Meskipun otak buatan di laboratorium memiliki kemiripan dengan yang asli, mereka tidak memiliki penghalang darah otak.

''Apakah virus SARS-CoV-2 melewati penghalang, ini belum ditunjukkan, tetapi diketahui bahwa peradangan hebat, seperti yang diamati pada pasien Covid-19, membuat penghalang itu hancur,'' kata Hartung kepada media.

Lebih banyak penelitian tentang dampak neurologis virus, dapat memiliki implikasi penting untuk merawat pasien corona. Jika virus corona menginfeksi otak, obat-obatan tertentu tidak akan efektif karena beberapa tidak dapat melewati penghalang darah. ***

Editor:hasan b
Sumber:detikhealth
Kategori:SEA Games
wwwwww