Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
23 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
23 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
3
Hasil Tes Swab BIN Diduga Tidak Akurat
Peristiwa
24 jam yang lalu
Hasil Tes Swab BIN Diduga Tidak Akurat
4
Ada Potensi Tsunami, Ketua MPR Minta Pemda di Selatan Jawa Giatkan Mitigasi
Politik
24 jam yang lalu
Ada Potensi Tsunami, Ketua MPR Minta Pemda di Selatan Jawa Giatkan Mitigasi
5
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
Politik
21 jam yang lalu
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
6
Pilkada Sudah di Depan Mata, Waketum DPP PKB Minta Presiden Tentukan Nama Sekjen KPU
Politik
22 jam yang lalu
Pilkada Sudah di Depan Mata, Waketum DPP PKB Minta Presiden Tentukan Nama Sekjen KPU
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Hasil Penelitian, Virus Corona Berkembang 10 Kali Lipat dalam 3 Hari dan Bisa Menginfeksi Otak

Hasil Penelitian, Virus Corona Berkembang 10 Kali Lipat dalam 3 Hari dan Bisa Menginfeksi Otak
Ilustrasi virus corona menempel pada sel manusia. (int)
Selasa, 16 Juni 2020 20:36 WIB
JAKARTA - Hasil penelitian terbaru mengungkapkan virus corona mampu berkembang 10 kali lipat dalam tiga hari dan bisa menginfeksi otak.

Dikutip dari detikhealth, penelitian yang berada di bawah tinjauan sejawat di jurnal Altex, tetapi belum dipublikasikan itu, melihat efek neurologis potensial dari Covid-19.

Para peneliti menyuntikkan virus ke otak buatan di laboratorium, dikembangkan dari sel induk manusia, demikian laporan Financial Times.

''Sangat penting untuk mengetahui bahwa organ kita yang paling berharga dapat secara langsung dipengaruhi oleh virus Corona,'' kata Thomas Hartung, seorang profesor di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, dikutip dari New York Post.

Hartung dan timnya menemukan, begitu virus corona memasuki neuron di otak buatan, virus corona mereplikasi dirinya sendiri.

Namun, penelitian itu tidak dapat membuktikan apakah virus dapat melewati sawar darah otak yang mampu melindungi organ terhadap banyak virus, bahan kimia, serta sering mencegah infeksi. Meskipun otak buatan di laboratorium memiliki kemiripan dengan yang asli, mereka tidak memiliki penghalang darah otak.

''Apakah virus SARS-CoV-2 melewati penghalang, ini belum ditunjukkan, tetapi diketahui bahwa peradangan hebat, seperti yang diamati pada pasien Covid-19, membuat penghalang itu hancur,'' kata Hartung kepada media.

Lebih banyak penelitian tentang dampak neurologis virus, dapat memiliki implikasi penting untuk merawat pasien corona. Jika virus corona menginfeksi otak, obat-obatan tertentu tidak akan efektif karena beberapa tidak dapat melewati penghalang darah. ***

Editor:hasan b
Sumber:detikhealth
Kategori:Kesehatan

wwwwww