Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
10 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
10 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
10 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

Peremajaan Sawit Rakyat, Pemerintah Anggarkan Rp2,47 Triliun, Rp30 Juta/Hektare

Peremajaan Sawit Rakyat, Pemerintah Anggarkan Rp2,47 Triliun, Rp30 Juta/Hektare
Seorang petani mendodos (memanen) kelapa sawit. (mediaindonesia.com)
Rabu, 17 Juni 2020 08:05 WIB
JAKARTA - Pemerintah akan mengucurkan dana Rp2,47 triliun untuk peremajaan kelapa sawit pada perkebunan milik masyarakat. Para akan mendapatkan bantuan Rp30 juta per hektare kebun sawit.

''Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp2,47 triliun untuk program replanting perkebunan sawit rakyat,'' ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Webinar IPMI bertema 'Triple Helix Innovation for Sustainable Food System in Indonesia Amid Covid-19', di Jakarta, Selasa (16/6/2020), seperti dikutip dari liputan6.com.

Dikatakan Airlangga, program peremajaan sawit rakyat (PSR) ini dibuat dalam rangka meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat.

Airlangga menilai saat ini waktu yang tepat mendorong program PSR. Dari target 540 hektare pada 2022, pemerintah telah menyiapkan 100 ribu hektare lahan perkebunan sawit untuk dilakukan peremajaan.

Saat ini, sambungnya, dari 2-3 hektare perkebunan sawit rakyat menghasilkan 8-12 ton. Namun, 54 persen perkebunan sawit dikuasai oleh korporasi, sehingga harga jual yang diterima petani mandiri jauh lebih rendah dari perusahaan korporasi.

''Maka tentu hasil yang diterima petani jauh lebih rendah,'' kata dia.

Untuk itu, pemerintah mendorong menaikkan anggaran dari Rp25 juta per hektare menjadi Rp30 juta per hektare pada program ini.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ekonomi, Nasional
wwwwww