Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Agar Tak Bergantung Impor, MPR Desak Pemerintah Tingkatkan Produk Pangan Dalam Negeri

Agar Tak Bergantung Impor, MPR Desak Pemerintah Tingkatkan Produk Pangan Dalam Negeri
Ilustrasi Impor daging. (Istimewa)
Jum'at, 19 Juni 2020 13:30 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengingatkan, saat ini setidaknya ada tiga bahan pangan yang masih tergantung pada luar negeri.

Ketiga bahan pangan tersebut, yakni gula, daging sapi, dan bawang putih. Untuk memenuhi kebutuhan pangan tetap dapat terjaga hingga Desember 2020, ketigha bahan pangan tersebut saat ini masih perlu impor.

Untuk itu kata Bamsoet, sapaan akrabnya mendorong pemerintah agar dalam melakukan impor ketiga bahan pangan tersebut, tetap memperhatikan kepentingan petani dan peternak dalam negeri agar tidak merugi.

"Pemerintah harus berupaya meningkatkan produksi pangan dalam negeri, khususnya petani tebu untuk produksi gula, peternak sapi untuk produk daging sapi, dan petani bawang untuk produksi bawang putih, agar ke depannya Indonesia dapat mengurangi dan bahkan tidak bergantung sepenuhnya lagi pada impor," ujarnya, Jumat (19/6/2020).

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia itu juga meminta, agar emerintah dapat memproyeksikan hasil produksi pangan dalam negeri. Hal ini kata Dia, supaya kebutuhan pangan dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masyarakat dan impor yang dilakukan hanya benar-benar jika dibutuhan saja.

"Terakhir, Pemerintah hendaknya mengevaluasi dan mengantisipasi adanya peningkatan kebutuhan pangan masyarakat, dan berkomitmen fokus untuk mensejahterakan petani dan peternak dalam negeri," pungkasnya.***

wwwwww