Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Penusuk Ustaz di Aceh Saat Ceramah Maulid Nabi Ternyata Mantan Polisi, Ini Tampangnya
Hukum
22 jam yang lalu
Penusuk Ustaz di Aceh Saat Ceramah Maulid Nabi Ternyata Mantan Polisi, Ini Tampangnya
2
Pimpinan MPR Imbau Masyarakat Tak Takut Divaksin
Kesehatan
23 jam yang lalu
Pimpinan MPR Imbau Masyarakat Tak Takut Divaksin
3
China sebut Posisinya di Laut China Selatan Imbangi Hegemoni AS
Politik
22 jam yang lalu
China sebut Posisinya di Laut China Selatan Imbangi Hegemoni AS
4
MPR Dorong Masyarakat Gunakan GOLS
Ekonomi
23 jam yang lalu
MPR Dorong Masyarakat Gunakan GOLS
5
Hari Kedua Cuti Bersama, Pengunjung TMII Tembus 11.000 Orang
Umum
22 jam yang lalu
Hari Kedua Cuti Bersama, Pengunjung TMII Tembus 11.000 Orang
6
Cegah Penularan Covid-19 di 'Rest Area', Warga Diimbau Pulang sebelum 1 November
Kesehatan
20 jam yang lalu
Cegah Penularan Covid-19 di Rest Area, Warga Diimbau Pulang sebelum 1 November
Home  /  Berita  /  Opini

Banjir dan Sampah PR Besar Kota Pekanbaru di Usia 236 Tahun

Banjir dan Sampah PR Besar Kota Pekanbaru di Usia 236 Tahun
Ilustrasi. (Istimewa)
Senin, 22 Juni 2020 20:19 WIB
Penulis: Irfan Maaruf
MOMENTUM Perayaan yang akan diadakan Jajaran Pemerintah Kota secara sederhana dan mengikuti Protokol Kesehatan dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Kota Pekanbaru ke-236 pada hari Selasa, 23 Juni 2020 nanti di komplek perkantoran Tenayan Raya saat masih dalam masa pandemik Penyebaran wabah virus corona.

Selamat tambah usia Kota ku yang selalu bersemangat membangun untuk terus berbenah diri. Tema yang diusung tahun ini adalah "Meningkatkan Kewaspadaan terhadap wabah covid-19 dengan Tatanan hidup baru dalam Pemulihan Ekonomi menuju Smart City Madani". Memang semenjak beberapa bulan terakhir ini dari bulan Maret sampai bulan Juni seluruh aktivitas Kota Pekanbaru lumpuh lebih dari separuh kegiatan ekonomi terutama pasar tradisional dan pedagang kecil pinggir daerah (saat masa PSBB).

Kewaspadaan telah ditunjukan oleh Pemerintah Kota untuk selalu mengingatkan dan meningkatkan sosialisasi dalam penggunaan masker lalu rajin selalu cuci tangan dan tetap jaga jarak guna menghindari kerumunan masa pada saat ini, semua sesuai protokol kesehatan tim covid-19 Kota Pekanbaru.

InshaAllah kita bersama hidup sehat di Kota tercinta melawan untuk memusnahkan dan menghentikan total penyebaran virus penyakit yang mematikan ini karena belum ada obatnya. Tingkat kesadaran dari masyarakat juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menegakkan Hidup Disiplin masyarakat untuk Bersih diri dan lingkungan sekitar, selalu dan Taat pada peraturan yang telah diberlakukan.

Himbauan bagi Masyarakat untuk sekarang ini bagi yang merasa dalam kondisi kurang sehat seperti batuk, pilek, bersin-bersin, demam,dll diharapkan tetap berada dirumah saja sambil mengobatinya sampai sembuh benar sehingga apabila akan keluar rumah tidak menulari orang lain yang dalam kondisi normal sehat.


Pemulihan ekonomi memang harus segera diwujudkan pada saat ini, beberapa masyarakat bawah dalam kondisi sedang mengalami kesulitan baru untuk memulai kembali perputaran roda keuangan bagi rumahtangga mereka dimana berjalan dari hasil pencapaian menurun drastis dalam bentuk usaha perdagangan dan penjualan harian.

Terutama pedagang kecil yang turut mendapat dampak langsung saat pandemik ini berlangsung, pedagang kaki lima pinggir daerah jalan seperti martabak, gorengan, bakso bakar, nasi goreng, sate padang, siomay, pecel lele dll.

Saat paling tepat kembali pada penghentian waktu selesai PSBB maka masyarakat bisa kembali berdagang dan pembeli langsung berdatangan. Berjalannya kembali penjualan secara langsung oleh masyarakat semakin membaik secara cepat, juga perlu diingatkan dan tegakkan peraturan Pemerintah Kota tentang Protokol Kesehatan terutama pada saat berjualan (memakai masker, jaga kebersihan).

Jangan sampai terjadi pengumpulan masa orang dalam berdagang karena ini melanggar tentang peraturan kesehatan dimana faktor Jaga Jarak menjadi penting untuk menghentikan penyebaran virus corona. Mudah-mudahan Masyarakat kita yang penuh rasa kental budaya Melayu yang sangat mementingkan dalam tingkat tinggi kegotongroyongannya, dimana pendapatan keluarga yang berlebih dari hasil kerja seperti PNS/ASN saling membantu dengan cara membeli dagangannya tetangga atau orang terdekat yang sedang berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Implementasi ini memang tumbuh dalam budaya melayu yang saling membantu dan kuat niat untuk menolong antar sesama dalam kehidupannya. Faktor ini yang bisa menjadi akan menyegerakan pemulihan ekonomi masyarakat kecil pada saat ini. Nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan tetap dibangun dan tetap diselestarikan selalu agar semua rencana Pemerintah bersama masyarakat dalam terwujud secara nyata dan langsung dampaknya keseluruh lapisan masyarakat kota.

Membangun secara fisikal (infrastruktur) sudah barang tentu akan mengubah segi tatanan keadaan kota yang semakin megah dan cemerlang seperti bangunan gedung instansi pemerintah maupun gedung-gedung perusahan swasta dan pembangunan jalan serta jembatan. Kota Pekanbaru sebagai kota masa depan yang berperan sebagai pusat Kota dari Propinsi Riau dan memiliki prospek masa depan daerah yang sangat baik dalam investasi Pembanguan di Indonesia pada tahun 2030, pernyataan hasil riset Studi Mc. Kinsey dan Boston Consulting Group pada tahun 2012.

Menjadi alasan Kota Pekanbaru dapat mengambil rencana pengembangan dan perwujudan dari Smart City Madani. Dari segi perekonomian regional, Pekanbaru telah berkontribusi dengan meraih peredaran uang terbesar di Indonesia di luar pulau Jawa berkat berbagai kegiatan jasa, perdagangan dan industri (dari kolaborasi stakeholders: Meeting Incentive Convention Exhibition(MICE) dan manufaktur). Dengan Mengusung konsep Smart City Madani, Kota Pekanbaru mengedepankan inovasi dan kreatifitas dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, kota cerdas ini berhasil meraih indeks Pembangunan (IPM) sebesar 80,66 yang memperlihatkan tingkat pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Alhamdulillah ini berkat peran serta juga masyarakat yang bekerja sama dan tanggap terhadap proses penyelenggaraan Pemerintah kota. Prestasi yang telah dicapai oleh Pemerintah Kota sangatlah mendapat respon baik dan timbal balik juga untuk masyarakat yang secara tidak langsung mendapat dampaknya.

Pembangunan saat ini tetap terselenggarakan berkat kinerja Pemerintah Kota yang terus konsisten dalam menginginkan kearifan lokal seiring berjalan untuk menciptakan tingkat kreatifitas yang ada akan menjadi nilai-nilai investasi yang dapat dipertunjukan ke dalam pengembangan ekonomi masyarakat kita untuk menuju kota cerdas. Beberapa tanggapan masyarakat yang menyatakan bahwa kota ini belum memaksimalkan objek wisata dalam pengembangan aspek pariwisata di tengah kota bahkan hanya ada kearifan lokal berupa wisata kuliner saja bagi pendatang yang berkunjung ke kota Pekanbaru sementara ini. Kemungkinan ada beberapa yang baru sedang akan dibuat yaitu faktor sungai sebagai kolaborasi wisata kuliner dan menikmati keindahan dan kebersihan sungai utama kita yang berada di tengah kota yaitu Sungai Siak.

Ada beberapa perihal kelemahan yang harus terus diingatkan untuk pelaksanaan Program-program Kerja Pembangunan Pemerintah Kota yaitu Banjir dan Sampah. Walaupun perhatian belum sepenuhnya konsen penuh (fokus) dalam hal ini karena tiba datangnya musibah ini setelah pada waktu-waktu tertentu saja seperti saat musim penghujan terutama banjir baru akan terlihat (bertepatan sekarang saat hujan mulai sering terjadi).
Sekilas seluruhnya Kejadian Banjir bukan sekedar letak kesalahan pada satu titik kinerja Pemerintah saja tetapi ini bisa menyangkut seluruh aspek proyek penyelengaraan pembangunan secara menyeluruh. Pada setiap penyelenggaraan pembangunan harus memiliki standar kejelasan rencana strategis pembuatan bangunan dan jalan (renstra).

Beberapa tenaga Ahli dari akademisi maupun staf Proyek telah banyak berbicara dalam suatu pertemuan (simposium) maupun diskusi lokal baik di media cetak maupun di media elektronik mengenai perihal banjir dan sampah. Tetapi tetap sampai saat ini realisasinya selalu lamban dan dianggap tidak begitu berresiko tinggi padahal ini akan dapat menghambat kelancaran dari dampak banjir untuk pergerakan ekonomi masyarakat juga.
Sebagai ulasan dasar di atas teori bahwa Pembangunan Jalan yang baik akan cepat dapat memulihkan keadaan pergerakan ekonomi pada barang yang akan cepat dikirim sampai ke pelaksana perdagangan di setiap lokasi daerah kota ini. Tapi pada kenyataan jalan yang sudah terbangun sangat baik dan mulus akan terjadi banjir jika tidak memiliki pembuangan air pada badan jalan (parit) terhadap saat hujan turun sesaat itu. Kenyataannya banyak dilapangan langsung terlihat oleh masyarakat bahwa jalan mereka sudah sering di tambal dan segera selalu diperbaiki oleh Pemerintah sampai mulus kembali jalannya, tetapi sayang seribu kecewa bahwa jalan tersebut tidak memiliki parit seandainya ada parit tetapi tidak sesuai dengan ukuran jalan yang ada. (jalannya lebar paritnya kecil) Pandangan ini dan kenampakan ini baru secara orang awam kita mencermatinya dan menengok secara sederhana tanpa pengetahuan detail dan khusus.

(Ilmu teknik sipil) Kita sering mengenal dengan istilah drainase (pengatusan) yaitu pembuangan massa air secara alami atau buatan dari permukaan atau bawah permukaan dari suatu tempat pembuangan ini dapat dilakukan dengan mengalirkan, menguras, membuang atau tempat wadah untuk mengalirkan air. Bahasa sederhana nya yaitu parit (got) bahwa tidak akan mungkin jalan yang kita akan bangun tahan selamanya jika tidak memiliki standard pembuangan air (drainase) yang sesuai memadai daya tambung pada saat debit air hujan datang.

Harus memiliki Prasarana perkotaan yang terdiri dari saluran yang berfungsi mengeringkan lahan dari Banjir / genangan akibat hujan dengan cara mengalirkan kelebihan air permukaan ke badan air melalui saluran-saluran dalam sistem terbangun.(seperti gorong-gorong bawah tanah) Bila kota ini akan dijadikan kota sebagai cerdas (smart city) maka pergunakan kemampuan tenaga ahli berkompeten lokal daerah yang menangani agar dapat terselenggaranya Pembangunan yang baik dan benar. Kenapa tenaga ahli lokal karena yang mengenal orientasi medan topografinya daerah nya sendiri adalah orang-orang yang pernah besar dan pernah hidup bertahun-tahun di daerah tersebut.

Sederhananya akan tentang konsep Pembangunan Jalan “Jalan yang baik dan mulus dibuat akan bertahan lama selalu memiliki drainase yang baik dan tepat, buat Jalan yang sudah terbangun adanya maka kita harus buat parit (drainase) yang sesuai dengan daya tampung debit air yang akan datang saat hujan turun”. Air tersebut yang akan terus cepat menggerus bagian badan jalan sampai pada tengah jalan yang berlubang dan beberapa kendaraan yang melalui daerah lubang air tadi akan terus membuat lubang pada jalan akan semakin memperbesarnya.

Diingatkan dalam ilmu Topografi (bentang alam) daerah kota Pekanbaru adalah landai dataran menyeluruhnya dan pada daerah bagian awal Utara dan Selatan terdapat perbukitan rendah sehingga keberadaan tengah-tengah Kota selalu akan menampung air yang mengalir ke daerah terrendah.(seperti:Mangkok daerahnya) dan seharusnya segera dibangun tepat pada tengah kota adanya danau buatan sebagai objek distinasi wisata air buatan. Solusi ini diambil dari salah satu contoh dari sebuah Negara yang sering mengalami musibah banjir saat musim hujan tiba.(mengenal Ilmu Geologi Tata Lingkungan).

Masalah sampah sepenuhnya kita tidak 100% menyalahkan Pemerintah saja tetapi harus ada kinerja bersama antar seluruh aspek terkait, misal Pendidikan di sekolah dan Rukun tetangga(RT) maupun RW, ataupun Dinas Kesehatan juga memiliki peran penting. Pemerintah telah melakukan tindakan pengawasan melalui tenaga penjaga khusus yang dikoordinasikan agar bagi masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di pinggir jalan dan pada tempat pembuangan sampah (TPS) khusus waktu yang disiapkan akan boleh dibuang pada khusus malam hari jam 19.00 WIB, tetapi tempatnya yang tidak ada berupa Tong besi khusus Tempat Sampah tidak ada.

Kemudian apa yang akan terjadi sampah akan terlihat berserakan dan telah ada beberapa orang pekerja bertujuan mencari makan untuk hewan peliharaannya sedang mengacak-acak secara tidak teratur sampai malam diniharinya, lanjut daripada itu telah terjadi pada saat tim tugas khusus truk sampai subuh harinya tiba dilokasi sampah, maka mereka sangat kecewa melihat sampai semakin berserakan dan justru menjadi beban bagi tugasnya membersihkan dan mengangkut sampah yang akan dibawa naik truk menuju tempat Pembuangan Sampah terakhir.

Intinya Pemerintah belum menentukan titik-titik Tempat Pembuangan Sampah(TPS)sementara pada saat malam hari yang diijinkannya untuk masyarakat membuangsampahnya dan Tempat Khusus Menampungnya Juga belum ada semuanya, bila ada masih kurang tersedianya bak Sampah khusus. Himbauan tetap terus di tingkatkan dan sanksi hokum tetap di berlakukan bagi masyarakat yang melanggar nya, menurut perda daerah Kota sudah di terbitkan tapi memang letak Kedisiplinan Harus ada di tangan Masyarakat demi menjaga kebersihan dan keindahan kota tercinta.
Diperbanyak nya edukasi pemanfaatan limbah sampah plastik yang dapat di pergunakan untuk bahan dasar benda-benda yang inovatif untuk diciptakan oleh Unit kerja Usaha Masyarakat seperti adanya disetiap daerah RT/RW. Pemerintah kota Pekanbaru juga harus bisa memberhentikan penggunaan plastik sebagai alat kantong bawa barang belanjaan seperti Kota Bogor. Harus cepat di realisasikan semua ini, sebagai kota yang akan selalu menegakkan pedoman cerdas kotanya dan makmur masyarakatnya.
Pemerintah Kota harus sering memberi pelayanan edukasi pendidikan sadar lingkungan kepada masyarakat melalui seluruh media. Pantun..Jalan-jalan ke kota Pekanbaru, pakai baju baru, Membangun Infrastruktur baru, berbudaya melayu berwawasan lingkungan. (Penulis: Irfan Maaruf, Tenaga Pengajar dan Pemerhati Lingkungan)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Pemerintahan, Opini, GoNews Group, Riau
wwwwww