Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Konflik Warga dengan PT Duta Palma Bak 'Gunung Es', Misharti Minta Pemda Turun Tangan

Konflik Warga dengan PT Duta Palma Bak Gunung Es, Misharti Minta Pemda Turun Tangan
Anggota DPD RI, Misharti. (Istimewa)
Senin, 22 Juni 2020 20:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota DPD RI dari Dapil Riau, Mishari, mendesak Pemerintah Daerah Kuantan Singingi dan Pemerintah Provinsi Riau turun tangan mencarikan solusi terbaik bagi Masyarakat Kenegarian Siberakun dengan PT Duta Palma Nusantara.

Jika tidak kata Misharti, konflik ini akan terus berlanjut. "Saya mendapat informasi, besok ada pertemuan antara masyarakat dengan persuahaan yang difasilitasi oleh Pemprov Riau. Semoga pertemuan itu bukan hanya sebatas seremoni, tapi sebaliknya, bisa mengahsilkan win-win solution bagi semuanya," ujar Misharti kepada Wartawan, Senin (22/6/2020) di Jakarta.

Lebih lanjut, puteri Alamrahumah Maimanah Umar itu mengatakan, permasalahan yang dihadapi masyarakat Siberakun dan PT Duta Palma, sejatinya adalah permasalahan klasik yang seakan ada pembiaran.

"Pada masa reses Bulan Desember 2019 yang lalu saya berkomunikasi dan para Ninik Mamak. Mereka menyampaikan, keberadaan PT Duta Palma tersebut bukan membawa manfaat bagi masyarakat tapi sebaliknya," katanya.

Sebagai tokoh masyarakat, mereka (Ninik Mamak), kata Misharti, mengharapkankan adanya penyelesaian terkait tanah ulayat yang telah bertahun-tahun digunakan oleh perusahaan.

"Seandainya, keinginan masyarakat bisa terpenuhi, dan Pemerintah Daerah tidak membiarkan, saya yakin konflik ini harusnya tidak terjadi lagi," tambahnya.

Konflik ini kata Dia, sudah seperti 'Gunung Es' yang setiap saat bisa meledak dan meleleh. "Karena tak ada solusi, konflik berkepanjangan, akhirnya terjadi pula gesekan dengan aparatur penagak hukum. Ditangkapnya tokoh masyarakat oleh Polisi, adalah bagian dari puncak meldaknya gunung es itu," tukasnya.

Selain campur tangan pemda kata Dia, konflik juta tidak akan terjadi jika Perusahaan selalu memberikan emperhatikan kepada masyarakat sekitar.

"Kita tahulah, adanya CSR atau CD yang harus di keluarkan oleh perusahaan. Bisa saja selama ini tidak pernah dikeluarkan oleh PT Duta Palma," urainya.

Selain CSR kata Misharti lagi, jika Perusahaan memberikan prioritas kepada masyarakat atau tenaga tempatan untuk mengabdi, dipastikan konflik tidak akan terjadi.

"Intinya, permasalah ini sudah menumpuk semacam gunung es yang sewaktu-waktu akan meledak lagi. Saya imbau kepada Perusahaan, sebaiknya mengakomodir tuntuntan warga," bebernya.

Informasi yang didapat GoNews.co, hari ini juga sedang digelar pertemuan antara FKPMR ( Forum Kumunikasi Pemuka Masyarakat Riau) dengan Tokoh masyarakat Siberakun di Balai Ma' rifat Mardjani Gobah, guna membahas solusi mengatasi konflik antara masyrakat dan Perusahaan.***

wwwwww