Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
5 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  SEA Games

Menteri Bappenas Sebut Kematian Akibat TBC di Indonesia Lebih Banyak dari Covid-19, Capai 15 Orang/Jam

Menteri Bappenas Sebut Kematian Akibat TBC di Indonesia Lebih Banyak dari Covid-19, Capai 15 Orang/Jam
Menteri Bappenas Suharso Monoarfa. (tribunnews)
Senin, 22 Juni 2020 21:04 WIB
JAKARTA - Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, jumlah kematian akibat penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia jauh lebih banyak dari pada akibat Covid-19.

Dikutip dari Liputan6.com, dikatakan Monoarfa, saat ini Indonesia menjadi negara nomor tiga terbanyak kasus penderita TBC. Tingkat kematian akibat TBC mencapai belasan orang dalam satu jam.

''TBC hampir 900 ribu pasien dan 14-15 orang wafat per jam. Jadi kalau gelisah ada Covid, kalau kematian TBC diumumkan, banyak orang Indonesia yang akan gelisah,'' ujarnya di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Selain TBC, lanjut Monoarfa, fokus pemerintah adalah mengatasi malaria. Hingga saat ini sudah ada sebanyak 382 kota yang dieliminasi dari penyakit tersebut.

Pemerintah juga akan berfokus mengendalikan penyakit kusta. Dengan adanya reformasi kesehatan ini diharapkan Indonesia akan bebas kustam. Saat ini Indonesia mempunyai kasus kusta tertinggi, setelah Brazil dan India.

Dalam kesempatan yang sama, Monoarfa mengungkapkan, saat ini dari tingkat Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) anak Indonesia hanya mencapai 55 persen sampai dengan 60 persen. Ke depan diharapkan bisa mencapai 90 persen.

''Saya inginkan IDL itu penting sekali, jadi kita terkonsentrasi di stunting padahal IDL termasuk pneumonia di anak luar biasa ancamannya dan ancam generasi Indonesia ke depan,'' pungkasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Nasional, SEA Games
wwwwww