Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
9 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
2
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
MPR RI
12 jam yang lalu
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
3
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
Pendidikan
12 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
4
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Ekonomi
9 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
5
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
6
Andri Muladi Siap Penuhi Panggilan Borneo FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Andri Muladi Siap Penuhi Panggilan Borneo FC
Home  /  Berita  /  Politik

PKB Riau Dukung Istri Tersangka Kasus Korupsi Maju Pilkada Bengkalis

PKB Riau Dukung Istri Tersangka Kasus Korupsi Maju Pilkada Bengkalis
Ilustrasi. (Istimewa)
Senin, 22 Juni 2020 15:39 WIB
BENGKALIS - DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau mendukung Kasmarni sebagai bakal calon Bupati Bengkalis. Kasmarni merupakan istri dari Bupati Bengkalis nonaktif yang juga tersangka kasus dugaan korupsi Amril Mukminin.

"Iya kita sudah menentukan bakal calon Bupati Bengkalis, Kasmarni berpasangan dengan Bagus Santoso," kata Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid, seperti dilansir GoNews.co dari Detik.com, Senin (22/6/2020).

Wahid mengatakan partainya tak khawatir soal kasus yang menjerat suami Kasmarni. Salah satu alasannya, kata Wahid, hasil survei terkait Kasmarni menunjukkan hasil yang bagus. "Pertimbangan kita karena hasil survei masih bagus," ujarnya.

Wahid menyebut Kasmarni belum tentu terlibat kasus dugaan korupsi yang menjerat suaminya. Dia memberi contoh soal istilah 'kalau anak bersalah, belum tentu bapaknya salah'.

"Beda situasi ya, karena belum tentu dia (Kasmarni) melakukan itu kan (korupsi). Kalau suaminya iya. Kan bisa saja anaknya bersalah, belum tentu bapaknya bersalah," kata Wahid.

Wahid mengaku yakin status Amril sebagai tersangka korupsi tidak mempengaruhi suara dalam Pilkada 2020. Dia mengatakan ada sejumlah partai yang sudah menyatakan dukungan kepada Kasmarni.

Antara lain, katanya, PAN yang memiliki 6 kursi dan PBB 1 kursi. PKB sendiri memiliki 3 kursi di DPRD Bengkalis. Koalisi itu dianggap cukup untuk mengusung pasangan Kasmarni dan Bagus Santoso.

"Ada tiga partai yang berkoalisi, ada PKB, PAN dan PBB, ini sudah cukup mengusung bakal calon. Jumlah kursi di DPRD Bengkalis sebanyak 45," kata Wahid.

Sekretaris PAN Riau, Tengku Zulmizan F Assagaff, mengaku pihaknya belum menerima SK dukungan terhadap Kasmarni dari DPP PAN. "Isunya memang gitu (dukung Kasmarni), tapi kita belum terima SK dari DPP PAN sampai sekarang. Nanti kalau sudah kami terima kami kabari," kata Zulmizan.

Sebagai informasi, Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. Amril diduga menerima suap Rp 5,6 miliar.

Selain itu, KPK juga menjerat Direktur PT Mitra Bungo Abadi, Makmur alias Aan sebagai tersangka bersama eks Kadis PU Bengkalis M Nasir, dan Hobby Siregar. M Nasir bersama Hobby Siregar dan Makmur ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, Riau

wwwwww