Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
24 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
17 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
18 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
17 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Syarief Hasan Dorong Perdamaian Dunia melalui Gagasan 'World Consultativ Assembly'

Syarief Hasan Dorong Perdamaian Dunia melalui Gagasan World Consultativ Assembly
Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan. (Istimewa)
Kamis, 25 Juni 2020 14:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Beberapa waktu yang lalu, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggagas Dewan Majelis Syura atau Majelis Permusyawaratan di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Majelis tersebut diproyeksi menjadi forum berhimpunnya MPR dari berbagai negara-negara yang berpenduduk agama Islam di dunia.

Berkaitan hal itu, Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan mendorong agar Dewan Syura Dunia tersebut dinaikkan kelasnya menjadi World Consultative Assembly dan anggotanya bukan hanya negara-negara Islam. Tujuannya agar terjadi kolaborasi yang baik dari negara maju dan berkembang untuk menyelesaikan masalah Perdamaian global.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga mendorong agar World Consultative Assembly diisi oleh negara dengan sistem parlemen satu kamar (unikameral) maupun sistem parlemen dua kamar (bikameral).

"Penyelesaian berbagai masalah Perdamaian, lingkungan global dan sebagainya menuntut partisipasi semua negara dengan lintas sektor, lembaga, dan sistem pemerintahan. Di sinilah urgensi perlunya World Consultative Assembly didorong untuk lebih majemuk dan bersama-sama agar dapat menyelesaikan masalah yang juga majemuk," ujar Syarief Hasan dalam keterangannya, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya berbagai masalah global saat ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh komunitas kecil atau beberapa negara saja, mulai dari masalah perdamaian, keamanan, demokrasi, HAM dan toleransi, kesenjangan ekonomi, kemiskinan, dan kesenjangan pembangunan. Berbagai tantangan tersebut perlu disikapi serius bersama-sama dengan melibatkan negara maju dan berkembang dengan berbagai sistem parlemennya masing-masing.

"Inilah prinsip Pancasila yang tertuang pada sila keempat yang harus dibangun oleh MPR RI melalui World Consultative Assembly. Sebuah prinsip untuk menyelesaikan masalah bersama lewat musyawarah sebagai masyarakat dunia. Setiap negara diberikan ruang untuk saling bantu membantu dalam mengatasi masalah yang tidak dapat diatasi oleh satu Negara saja. Terlebih jika masalah tersebut menjadi masalah global," ungkap Syarief Hasan.

Ia melanjutkan, kehadiran Majelis Permusyawaratan Dunia atau World Consultative Assembly akan melengkapi dan menguatkan peran Indonesia di berbagai organisasi dunia seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, OKI, dan Liga Muslim Dunia.

"Keberadaan World Consultative Assembly harus didorong agar lebih mendunia dan Indonesia yang menjadi penggagas utama Majelis Permusyawaratan Dunia ini akan menguatkan peran sentral Indonesia dalam menggagas berbagai organisasi dunia dan gerakan internasional. Dulu, pendahulu kita pernah menggagas ASEAN, Gerakan Non-Blok, sampai yang fenomenal yakni Konferensi Asia Afrika. Saatnya kita menggagas kembali organisasi internasional yang lebih luas cakupannya, lebih inklusif, dan lebih berorientasi pada penyelesaian masalah-masalah global," tutup Syarief Hasan.***

wwwwww