Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
Politik
16 jam yang lalu
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
2
Sebut Santri Tahfidz Qur'an sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
Politik
21 jam yang lalu
Sebut Santri Tahfidz Quran sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
3
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
Peristiwa
20 jam yang lalu
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
4
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
Politik
21 jam yang lalu
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
5
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Politik
21 jam yang lalu
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
6
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Politik
20 jam yang lalu
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Home  /  Berita  /  DPD RI

Dukung Jokowi Reshuffle Kabinet, Sultan Najamudin: Menteri harus Loyal ke Negara, bukan ke Parpol

Dukung Jokowi Reshuffle Kabinet, Sultan Najamudin: Menteri harus Loyal ke Negara, bukan ke Parpol
Wakil Ketua DPD RI Sultan Bahtiar Najamudin. (Istimewa)
Selasa, 30 Juni 2020 07:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bahtiar Najamudin menganggap wajar Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah karena tidak puas dengan kinerja para pembantunya di Kabinet Kerja Jilid II.

Menurut Senator asal Provinsi Bengkulu ini, Kemarahan Presiden Jokowi bukan tanpa alasan. Di saat ekonomi luluh lantak akibat Pandemi Covid-19, berbagai kebijakan pemulihan serta penaggulangan telah dibuat.

Namun fakta di lapangan, apa yang dikerjakan para pembantu Presiden justru tidak sesuai dengan kebijakannya. "Sebenarnya saya merasa kasihan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terkesan bekerja sendirian menghadapi krisis di masa pandemi Covid-19," ujar Sultan, Selasa (30/6/2020).

Masih kata Sultan, Presiden Jokowi sudah mengeluarkan banyak kebijakan termasuk Payung perpu, darurat bencana dan lainya. "Tapi pelaksanaan di lapangan tidak sama seperti yang diinginkan Presiden untuk mempercepat pekerjaan yang bersinggungan dengan kesejahteraan Rakyat. Sebagai Pimpinan DPD kami sangat mendukung dan mensuport jika Presiden ingin merombak para Menteri yang dianggap gagal," urainya.

"Terus terang, baru kali ini saya melihat presiden marah. Saya pikir ini bukan settingan," timpalnya.

Terlebih lagi kata Sultan, selain lamban, beberapa Kementerian ia anggap tidak serius bekerja. Budaya ABS alias asal bapak senang masih membudaya. "Untungnya pak Jokowi tidak asal saja menerima laporan. Buktinya dalam rapat tersebut beliau juga menginstruksikan supaya belanja-belanja di kementerian terus digenjot. Karena menurut pak Presiden semua yang dilaporkan menterinya masih biasa-biasa saja dan diminta segera dibelajankan secepatnya," tukasnya.

Bahkan Ia menduga, ada sebagian Menteri Jokowi yang memiliki loyalitas ganda. Selain loyal ke Presiden ada juga yang loyal untuk kepentingan Parpol dan kelompok-kelompok tertentu. "Harusnya ini tidak boleh terjadi, ketika yang bersangkutan spatutnya diangkat menjadi menteri, statusnya bukan pegawai parpol tapi pembantu presiden dan hanya boleh loyal ke negara," urainya.

Apa yang dikatakan Presiden Jokowi, menurut Mantan Gubernur Bengkulu Ini, harus cepat direspon dan dikerjakan para Menteri yang saat ini sedang menjabat.

"Jadi, semakin cepat uang beredar di tengah masyakat, akan membantu pemulihan ekonomi nasional karena sisi konsumsi juga meningkat," tukasnya.

Apalagi lanjutnya, untuk penanganan dampak pandemi Covid-19 pemerintah telah menganggarkan sebesar R 686,2 triliun, dengan rincian bidang Kesehatan Rp 87,55 T, Perlindungan Sosial Rp 203,90 T, UMKM Rp 123,46 T, Insentif Usaha Rp 120,61 T, Sektoral Kementerian/Lembaga dan Pemda Rp106,11 T, dan Pembiayaan Korporasi Rp 44,57 T.

"Jika uang beredar, pengusaha kecil, UMKM bisa kembali bangkit. Jangan sampai hanya terbentur aturan, para Menteri malah takut membelanjakan uang. Jangan sampai krisis 98 terulang. Kita semua harus punya sense of crisis," tandasnya.

Terakhir, Sultan Najamudin juga mengingatkan, siapapun Menteri yang merasa belum mampu menjalankan kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi, diharapkan dengan sendirinya untuk mundur. "Sebaiknya Gentle. Jangan nunggu di reshuffle, mending mundur saja," pungkasnya.***


wwwwww