Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Kriminal

Cegah Preseden, Kemendikbud Diharap Benahi Kisruh PPDB DKI

Cegah Preseden, Kemendikbud Diharap Benahi Kisruh PPDB DKI
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf saat menerima relawan pendidikan. (Foto: Ist.)
Rabu, 01 Juli 2020 11:08 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf menilai, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah melakukan kesalahan dalam kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020. Kebijakan PPDB di DKI dianggap bertentangan dengan Permendikbud.

“Setelah dipelajari ternyata semua provinsi tidak ada masalah. Terjemahan di Provinsi DKI Jakarta ini di luar kebiasaan yang ada. DKI bukan negara lain. Masih di Indonesia. Semua provinsi harus mengikuti peraturan di atasnya, yaitu Permendikbud untuk urusan Pendidikan,” kata Dede saat mengikuti pertemuan Komisi X DPR RI dengan relawan pendidikan, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2020) kemarin.

Para relawan pendidikan yang beraudensi dengan Komisi X DPR RI menyampaikan, banyak keluarga miskin tak diterima dalam PPDB. Soalnya, adalah penerapan syarat usia.

Mendahulukan faktor usia dalam PPDB inilah yang menurut Dede sebagai suatu kesalahan.

“Zonasi itu minimal 50 persen, boleh 60 persen, tapi tidak boleh 40 persen. Ketika di zonasi ini ada yang sama, baru faktor usia dimasukkan. Ke depan kita harus rombak lagi, bukan hanya faktor usia yang didahulukan, tapi faktor nilai. Supaya yang mendapat nilai baik juga mendapat prioritas,” tandas politisi Partai Demokrat ini.

Ia memandang, sebaiknya Kemendikbud turut tangan menangani hal ini. “Takutnya, jadi preseden bagi daerah lain dengan mengambil kebijakan yang sama dengan DKI,”.

Sekedar informasi, hari ini, Rabu (1/7/2020) sejumlah mobil aparat kepolisian sudah siaga di area gedung Kemendikbud RI sejak pagi. Tampak juga mobil Raisa (Pengurai Massa) bersiaga di luar.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Kriminal, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww