Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
24 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
22 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
23 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
4
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
22 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
5
KMSPJ Serahkan Piala JYA 2026 ke Atlet Catur Mahasiswi UNJ Laysa Latifah
Metropolitan
23 jam yang lalu
KMSPJ Serahkan Piala JYA 2026 ke Atlet Catur Mahasiswi UNJ Laysa Latifah
6
Gagal ke Semifinal, Ginting Ngaku Banyak Melakukan Kesalahan
Badminton
24 jam yang lalu
Gagal ke Semifinal, Ginting Ngaku Banyak Melakukan Kesalahan
Home  /  Berita  /  MPR RI

Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR

Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet).
Senin, 06 Juli 2020 14:34 WIB
JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), meminta agar anggaran penganggulangan pandemi Covid-19 yang berjumlah hampir Rp 905 trilun, bisa mensubsidi biaya tes polymerase chain reaction PCR dan juga subsidi harga kuota internet pelajar.

Hal itu disampaikan Bamsoet dalam diskusi 'Implementasi New Normal' bersama Koordinat Wartawa Parlemen (KWP), Senin (6/7/2020).

Ia berpandangan, biaya tes PCR masih terlalu mahal dan membani masyarakat. Demikian juga para siswa dan mahasiswa yang harus menerapkan pembelajaran jarak jauh, biaya kuota terbilang tak ringan.

"Jadi sekali lagi, saya ingin pemerintah menggeser sebagian dana penanggulangan Covid-19 untuk; pertama untuk subsidi pembiayaan PCR rakyat, kedua untuk kuota kepada mahasiswa dan pelajar yang terpaksa belajar jarak jauh," kata Bamsoet.

Selain dua hal tersebut, Bamseot juga meminta agar ratusan triliun dana penanggulangan pandemi Covid-19, harus segera diserap dengan baik.

Beberapa pos yang disebut; Rp 106 triliun untuk K/L dan Pemda, Rp 123,4 triliun untuk UMKM, Rp 110 triliun untuk subsidi bunga, Rp 203 triliun untuk subsidi listrik terutama kapasitas 450 watt.

Turut hadir dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, MPR RI, Nasional
wwwwww