Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
13 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
Nasional
23 jam yang lalu
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
3
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
Olahraga
15 jam yang lalu
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
4
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
Umum
15 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
5
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
Olahraga
16 jam yang lalu
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
6
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
DPR RI
16 jam yang lalu
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
Home  /  Berita  /  Politik

Gus Jazil Ajak Generasi Muda Berjuang Lewat Medsos

Gus Jazil Ajak Generasi Muda Berjuang Lewat Medsos
Senin, 06 Juli 2020 14:21 WIB
Penulis: MUslikhin Effendy
JAKARTA – Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengajak generasi muda untuk menjadikan media sosial (medsos) sebagai medan perjuangan. Alasannya, perkembangan teknologi informasi berkembang cepat, salah satunya medsos.

Saat ini hampir semua lini kehidupan tidak lepas dari medsos dan masyarakat dari lintas generasi sangat akrab dengan medsos dan gadget dalam kehidupan sehari-hari.

"Jika dulu para pejuang menggunakan bambu runcing untuk mengusir penjajah, saat ini tantangannya berbeda. Karena itu, saya mengajak adik-adik menjadikan media seperti Youtube, Facebook, Instagram dan Twitter menjadi alat perjuangan adik-adik. Tak perlu bikin bambu runcing untuk menghadapi musuh karena yang kita hadapi hari ini berbeda. Hari ini berbeda cara dan medan perjuangan kita," tutur Jazilul Fawaid saat memberikan sambutan dalam Pembukaan, Pembekalan, dan Pelepasan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta secara virtual, Senin (6/7/2020).

Jazilul yang akrab disapa Gus Jazil mengatakan, anak muda juga harus harus bisa beradaptasi dan memanfaatkan jari dan jempolnya sebagai alat perjuangan. Momentum pandemi Covid-19 pun harus diambil hikmahnya karena sekarang proses belajar semua dilakukan dengan cara daring atau online.

Di sisi lain, Gus Jazil juga mengajak para mahasiswa sebagai generasi terdidik untuk bisa berperan dalam bidang kebangsaan. Salah satu kanal untuk bisa berjuang di bidang kebangsaan adalah melalui partai politik. "Banyak pilihan-pilihan parpol, itu adalah medan-medan perjuangan di wilayah kebangsaan. Medan perjuangan kebangsaan itu bisa juga jadi menteri, gubernur. Itu adalah jabatan-jabatan politik," tutur Wakil Ketua Umum DPP PKB ini.

Menurut Gus Jazil, generasi muda terdidik, khususnya lulusan IIQ harus mengambil peran di bidang kebangsaan, selain juga bidang keagamaan yang menjadi core IIQ. "Saya mengajak adik-adik sebagai sarjana Al Qur’an mengambil kepeloporan di bidang keagamaan, juga di bidang politik. Jangan berdiam saja sehingga politik ini hanya diisi oleh orang-orang yang belum atau tidak memiliki dasar keagamaan yang kuat," tuturnya.

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji ini meyakini jika ke depan lulusan IIQ bisa mengambil posisi-posisi penting di kenegaraan atau kebangsaaan maka arah pembangunan Indonesia ke depan jauh lebih baik dengan berlandaskan nilai-nilai Al Qur’an dan nilai-nilai rahmatan lil alamin. "Kita jadikan Al Qur’an ini penghubung, jembatan emas nilai-nilai keislaman yang diwujudkan dalam perjuangan kebangsaan. Jadikan Al Qur’an ini menjadi jembatan emas untuk berjuang di wilayah agama, sekaligus di wilayah kebangsaan dan politik," tuturnya.

Sementara itu, di tengah pandemi Covid-19, Gus Jazil juga mengimbau mahasiswa yang melakukan KKL untuk memanfaatkan ilmunya dengan mengajar anak-anak usia sekolah di kampung-kampung yang selama ini tidak bisa melakukan proses belajar mengajar dengan lancar akibat pandemi Covid-19.

"Tolong di tempat adik-adik terjun ke desa-desa, jadikan Posyandu untuk mendidik adik-adik usia Sekolah Dasar yang kehilangan aktivitas pendidikan. Tolong adik-adik berikan pengajaran-pengajaran Al Qur’an dan umum," pintanya.***


wwwwww