Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
24 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
2
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
Nasional
22 jam yang lalu
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
3
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
Peristiwa
21 jam yang lalu
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
4
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
23 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
5
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
Ekonomi
18 jam yang lalu
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
6
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Olahraga
14 jam yang lalu
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Home  /  Berita  /  Politik

Gus Jazil: Tenaga Kerja Wanita Indonesia Sangat Rentan

Gus Jazil: Tenaga Kerja Wanita Indonesia Sangat Rentan
Diskusi Empat Pilar dengan tema 'Perlindungan dan Pemberdayaan Purna PMI' di Media Center Parlemen. (GoNews.co)
Jum'at, 10 Juli 2020 16:53 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang bekerja di luar negeri memiliki kerentanan, karena bekerja di sektor domestik. Mereka menjadi pembantu rumah tangga atau pun pekerjaan berat lainnya.

"Kita bukan bangsa babu dan kita juga bukan babu bangsa lain. Artinya dulu Bung Karno pesankan dan kemudian diturukan menjadi kemanusiaan yang adil dan beradab," ujar Jazilul dalam Diskusi Empat Pilar dengan tema 'Perlindungan dan Pemberdayaan Purna PMI', di Media Center, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Menurutnya, masyarakat saat ini belum mampu menemukan pekerjaan didalam negeri. Sehingga mereka keluar negeri untuk mencari pekerjaan, meski menjalani pekerjaan domestik. Dia melihat, sebagian besar dari TKW merupakan perempuan.

"TKW atau tenaga kerja wanita kenapa karena hampir 80 persen mereka yang bekerja keluar negeri itu adalah wanita enggak tahu sekarang nih mungkin Pak Beni bisa menjelaskan nanti," kata Gus Jazil, sapaan akarabnya.

Politisi PKB ini menyebutkan, dalam APBN dimandatkan pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun, akibat COVID-19 pertumbuhan ekonomi menurun.

"Kalau angka pertumbuhan turun maka sekaligus angka pengangguran juga akan naik. Jadi bangsa yang banyak penganggurannya itu pasti bukan bangsa maju dalam bahasa Bung Karno. Ini enggak nganggur tapi kuli itu juga disebutnya enggak maju," paparnya.

Dia menuturkan, di dalam undang-undang dasar Negara Republik Indonesia 1945 Pasal 27 disebutkan tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak, sesuai bagi kemanusiaan. Ini penting artinya dan ini diperkuat oleh deklarasi Human Rights bahwa pekerja atau pekerjaan merupakan hak dasar hak asasi setiap warga negara.

"Kenapa saya mulai dari sini Karena untuk mengukur indeks negara itu maju atau tidak bahkan tujuan dari pembangunan kita itu adalah mengukur tingkat pengangguran dan kemiskinan itu kalau pengangguran nya tinggi pasti negara itu disebut negara tidak maju," pungkasnya.***


wwwwww