Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
22 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Beladiri

Bule Predator yang Gagahi 305 Anak, Dikabarkan Bunuh Diri di Rutan Polda Metro Jaya

Bule Predator yang Gagahi 305 Anak, Dikabarkan Bunuh Diri di Rutan Polda Metro Jaya
Senin, 13 Juli 2020 14:53 WIB
JAKARTA - Warga negara asing (WNA) asal Prancis, Francois Abello Camille (FAC) alias Frans (65) dikabarkan meninggal dunia di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Ia tewas setelah percobaan bunuh diri dengan cara melilitkan kabel ke lehernya pada Kamis (9/7/2020).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, petugas jaga rutan menemukan Francois dalam keadaan lemah dengan kondisi leher terikat kabel.

"Saat petugas jaga di tahanan melakukan patroli pengecekan di ruang-ruang tahanan menemukan FAC dalam kondisi terikat lehernya dengan seutas kabel, tetapi enggak tergantung," kata Yusri kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Yusri menerangkan, kabel yang digunakan Francois untuk percobaan bunuh diri berada di dalam ruangan tahanan, tepatnya di dekat plafon.

"Kabel yang saat itu ada di tahanan cukup tinggi, tapi yang bersangkutan bisa menaiki kamar mandi yang ada karena dia tinggi mencoba melilitkan ke lehernya, tetapi sempat diketahui petugas saat itu," katanya.

Petugas yang melihat langsung membawa Francois ke RS Polri Kramat Jati karena kondisinya melemah. "Dirawat 3 hari pukul 20.00 tadi malam, dia meninggal dunia."

Sebelumnya, Franscois sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pedofil di tiga hotel bilangan Jakarta Barat. Dia ditangkap beberapa waktu lalu saat melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur.

Franz dijerat dengan Pasal 81 ayat 5 junto 76 D UU Nomor 1 Tahun 2006 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau hukuman mati dan atau penjara seumur hidup.

Polisi juga menyita barang bukti berupa laptop berisi 305 video porno, puluhan kostum untuk pemotretan, peralatan fotografi, kamera tersembunyi, alat bantu seks hingga kontrasepsi. Modus pelaku menggagahi 305 anak di bawah umur ialah mengiming-imingi korban menjadi model.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Olympic, Beladiri, Voli, DKI Jakarta
wwwwww