Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
Nasional
23 jam yang lalu
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
2
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
Peristiwa
22 jam yang lalu
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
3
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
23 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
4
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
Ekonomi
18 jam yang lalu
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
5
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Olahraga
15 jam yang lalu
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
6
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Olahraga
12 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Home  /  Berita  /  Hukum

Bule Predator yang Gagahi 305 Anak, Dikabarkan Bunuh Diri di Rutan Polda Metro Jaya

Bule Predator yang Gagahi 305 Anak, Dikabarkan Bunuh Diri di Rutan Polda Metro Jaya
Senin, 13 Juli 2020 14:53 WIB
JAKARTA - Warga negara asing (WNA) asal Prancis, Francois Abello Camille (FAC) alias Frans (65) dikabarkan meninggal dunia di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Ia tewas setelah percobaan bunuh diri dengan cara melilitkan kabel ke lehernya pada Kamis (9/7/2020).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, petugas jaga rutan menemukan Francois dalam keadaan lemah dengan kondisi leher terikat kabel.

"Saat petugas jaga di tahanan melakukan patroli pengecekan di ruang-ruang tahanan menemukan FAC dalam kondisi terikat lehernya dengan seutas kabel, tetapi enggak tergantung," kata Yusri kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Yusri menerangkan, kabel yang digunakan Francois untuk percobaan bunuh diri berada di dalam ruangan tahanan, tepatnya di dekat plafon.

"Kabel yang saat itu ada di tahanan cukup tinggi, tapi yang bersangkutan bisa menaiki kamar mandi yang ada karena dia tinggi mencoba melilitkan ke lehernya, tetapi sempat diketahui petugas saat itu," katanya.

Petugas yang melihat langsung membawa Francois ke RS Polri Kramat Jati karena kondisinya melemah. "Dirawat 3 hari pukul 20.00 tadi malam, dia meninggal dunia."

Sebelumnya, Franscois sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pedofil di tiga hotel bilangan Jakarta Barat. Dia ditangkap beberapa waktu lalu saat melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur.

Franz dijerat dengan Pasal 81 ayat 5 junto 76 D UU Nomor 1 Tahun 2006 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau hukuman mati dan atau penjara seumur hidup.

Polisi juga menyita barang bukti berupa laptop berisi 305 video porno, puluhan kostum untuk pemotretan, peralatan fotografi, kamera tersembunyi, alat bantu seks hingga kontrasepsi. Modus pelaku menggagahi 305 anak di bawah umur ialah mengiming-imingi korban menjadi model.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, DKI Jakarta

wwwwww