Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Voli

Mendagri Larang Pengumpulan Massa Selama Tahapan Pilkada 2020

Mendagri Larang Pengumpulan Massa Selama Tahapan Pilkada 2020
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (kanan). (Foto: Ist./Puspen Kemendagri)
Minggu, 19 Juli 2020 14:27 WIB
PALANGKA RAYA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta tak ada pengumpulan massa maupun kerumunan pada setiap tahapan dalam Pilkada Serentak tahun 2020 di 270 Daerah.

"Kalau ramai-ramai akan menjadi media penularan, tidak boleh, kemudian nanti yang rawan di masa kampanye 26 September sampai 5 Desember, ini juga sama, saya juga sudah sampaikan tidak boleh ada arak-arakan, tidak boleh ada konvoi-konvoian," kata Tito dalam Rakor Kesiapan Pilkada Serentak 2020 dan Pengarahan Gugus Tugas Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah, Minggu (19/07/2020).

Dalam Rakor yang berlangsung di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah itu, Tito juga meminta para peserta Pilkada untuk mematuhi protokol kesehatan sejak pendaftaran calon kandidat.

"Pada saat proses pendaftaran, penelitian, penetapan calon sampai pengundian, itu saya sudah sampaikan kepada KPU (untuk) jangan ditoleransi, adanya arak-arakan, konvoi rame-rame dengan pakaian adat, rame-rame ke KPU, KPUD," tegas Mendagri.

Penyelenggaraan pesta demokrasi kali ini, kata Tito, berbeda dengan kondisi normal pada umumnya, yakni dilaksanakan selama pandemi. Sehingga diharapkan Pilkada tak menjadi media penularan Covid-19.

"Tolong dibatasi, mungkin pasangan calonnya saja dengan pendamping 2 orang, yang lainnya nobar saja di tempat posko masing-masing, nonton virtual di media," tuturnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Metropolitan, Nasional, Badminton, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah
wwwwww