Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Kriminal

Hetifah Dukung Rasa Aman dan Kemudahan Berpergian untuk Pemulihan Sektor Pariwisata

Hetifah Dukung Rasa Aman dan Kemudahan Berpergian untuk Pemulihan Sektor Pariwisata
Ketua Panja Pemulihan Pariwisata Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Foto: Ist.)
Senin, 20 Juli 2020 19:22 WIB
JAKARTA - Ketua Panja Pemulihan Pariwisata Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendukung upaya pemulihan pariwisata melalui kemudahan akses dan meningkatkan rasa aman bagi wisatawan.

"Transportasi salah satu kunci dalam pariwisata. Selain itu, mungkin fokus kita ada pada penguatan penerapan protokol kesehatan. Karena penerapan protokol yang longgar malah menimbulkan rasa tidak aman sehingga jumlah wisatawan menurun," kata Hetifah kepada wartawan, Senin (20/7/2020).

Dukungan Hetifah, menyusul beberapa kali gelaran Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan berbagai pihak, dan didapati adanya kebutuhan atas kemudahan berpergian dan peningkatan rasa aman bagi wisatawan.

"Pemulihan sektor pariwisata sebaiknya didukung dengan kebijakan yang memudahkan perjalanan turis domestik. Hal ini mengingat salah satu indikator rasa aman untuk kembali berwisata adalah tidak ada travel ban ke destinasi yang dituju," papar Wakil Ketua Umum Bidang Destinasi PHRI, Albert Zhang dalam sebuah RDPU ke-4, Selasa (14/7/2020) lalu.

Di lain sisi, tiket yang mahal juga menjadi kegelisahan para pelaku pariwisata. Kosmian Pudjiaji, mewakili KADIN, menyatakan "Stimulus ekonomi pada jasa transportasi harus diberikan. Dukungan kebijakan transportasi juga perlu dibuat semudah-mudahnya,". Senada dengan Kosmian, N. Rosmiati mewakili ASITA menambahkan "Tiket flight saat ini mahal sekali,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Nasional, Ekonomi
wwwwww