Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
16 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
17 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
15 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
5
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
17 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
16 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Home  /  Berita  /  MPR RI

Palestina 'Hilang' dari Peta Daring Google dan Apple, HNW Minta Indonesia 'Bertindak'

Palestina Hilang dari Peta Daring Google dan Apple, HNW Minta Indonesia Bertindak
Foto: (Dok. Ist.)
Selasa, 21 Juli 2020 12:45 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW) berpandangan, penting bagi Pemerintah Indonesia untuk segera membantu Palestina dengan mengoreksi blundernya Google dan Apple yang telah menghapus Palestina dan menggantikannya dengan Israel.

Peta daring Google dan Apple harus dikembalikan ke fakta sebenarnya, yaitu peta yang tetap menyebutkan nama negara Palestina.

"Indonesia bisa mengajak negara-negara OKI, juga anggota SU PBB. Bhkan sebagai anggota (tak tetap) DK PBB, Indonesia bisa memprakarsai langkah-langkah yang lebih efektif untuk mengembalikan nama Palestina sebagai Negara berdaulat dan meyakinkan Google dan Apple untuk menyebutkan kembali nama Palestina," kata hidayat kepada wartawan, Selasa (21/7/2020).

Menurut Hidayat, hal itu juga sebagai langkah-langkah kongkret untuk secara bertahap menghadirkan perdamaian di kawasan, dan pengakuan penuh atas eksistensi Palestina sebagai Negara Merdeka dan Berdaulat, yang keberadaannya pasti terpaterikan pada realita nama di peta dunia baik yang daring maupun non daring.

"Yang dilakukan oleh Google dan Apple bila tak segera dikoreksi, akan melanggengkan penjajahan israel, dan menjauhkan hadirnya negara Palestina yang merdeka. Itu artinya juga melanggengkan ketidak damaian dan terorisme di sana. Suatu hal yang bertentangan dengan resolusi-resolusi PBB dan konvensi-konvensi internasional lainnya," kata Hidayat.

Untuk diketahui, Google dan Apple telah menghapus dan atau tidak mencantumkan Palestina dalam penamaan negara di peta daring yang mereka buat. Yang ditampilkan dalam peta Google dan Apple adalah sebutan/nama Israel, bahkan di kawasan-kawasan yang diakui PBB dan organisasi-organisasi internasional yang lain bahwa kawasan itu adalah di bawah teritorial negara Palestina.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Pemerintahan, Politik, Internasional, MPR RI, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww