Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  MPR RI

Palestina 'Hilang' dari Peta Daring Google dan Apple, HNW Minta Indonesia 'Bertindak'

Palestina Hilang dari Peta Daring Google dan Apple, HNW Minta Indonesia Bertindak
Foto: (Dok. Ist.)
Selasa, 21 Juli 2020 12:45 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW) berpandangan, penting bagi Pemerintah Indonesia untuk segera membantu Palestina dengan mengoreksi blundernya Google dan Apple yang telah menghapus Palestina dan menggantikannya dengan Israel.

Peta daring Google dan Apple harus dikembalikan ke fakta sebenarnya, yaitu peta yang tetap menyebutkan nama negara Palestina.

"Indonesia bisa mengajak negara-negara OKI, juga anggota SU PBB. Bhkan sebagai anggota (tak tetap) DK PBB, Indonesia bisa memprakarsai langkah-langkah yang lebih efektif untuk mengembalikan nama Palestina sebagai Negara berdaulat dan meyakinkan Google dan Apple untuk menyebutkan kembali nama Palestina," kata hidayat kepada wartawan, Selasa (21/7/2020).

Menurut Hidayat, hal itu juga sebagai langkah-langkah kongkret untuk secara bertahap menghadirkan perdamaian di kawasan, dan pengakuan penuh atas eksistensi Palestina sebagai Negara Merdeka dan Berdaulat, yang keberadaannya pasti terpaterikan pada realita nama di peta dunia baik yang daring maupun non daring.

"Yang dilakukan oleh Google dan Apple bila tak segera dikoreksi, akan melanggengkan penjajahan israel, dan menjauhkan hadirnya negara Palestina yang merdeka. Itu artinya juga melanggengkan ketidak damaian dan terorisme di sana. Suatu hal yang bertentangan dengan resolusi-resolusi PBB dan konvensi-konvensi internasional lainnya," kata Hidayat.

Untuk diketahui, Google dan Apple telah menghapus dan atau tidak mencantumkan Palestina dalam penamaan negara di peta daring yang mereka buat. Yang ditampilkan dalam peta Google dan Apple adalah sebutan/nama Israel, bahkan di kawasan-kawasan yang diakui PBB dan organisasi-organisasi internasional yang lain bahwa kawasan itu adalah di bawah teritorial negara Palestina.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Voli, Metropolitan, Basket, MPR RI, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww