Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Kriminal

PAN DPR RI Apresiasi Pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

PAN DPR RI Apresiasi Pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional
Plh. Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. (Foto: Ist.)
Selasa, 21 Juli 2020 12:17 WIB
JAKARTA - Plh. Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi langkah pemerintah membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 dan menggantinya dengan Pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Diharapkan kinerjanya semakin meningkat. Apalagi secara struktural, komite ini membawahi dua satuan tugas yang menangani aspek kesehatan dan ekonomi secara bersamaan. Dengan begitu akan kelihatan siapa yang akan mengerjakan apa," kata Saleh kepada wartawan, Selasa (21/7/2020).

Fraksi PAN DPR RI berharap, pembagian tugas di struktur baru ini dapat dilakukan lebih adil, dengab proporsi program kerja yang dibagi secara merata. "Tidak boleh mendahulukan pemulihan ekonomi dan meninggalkan penanganan kesehatan. Keduanya harus dikerjakan secara bersamaan,".

"Alokasi anggarannya juga begitu. Harus memperhitungkan berbagai dimensi terkait. Jangan sampai anggaran untuk stimulus bidang keuangan jauh melebihi biaya pengobatan Covid-19. Apalagi, kasus positif covid-19 masih saja naik. Ini tetap harus menjadi perhatian utama," kata Saleh yang duduk di Komisi IX DPR RI itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Voli, Nasional, Kriminal, SEA Games, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww