Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
18 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
2
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
16 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
3
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
Peristiwa
15 jam yang lalu
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
4
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
Nasional
16 jam yang lalu
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
5
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
Hukum
19 jam yang lalu
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
6
Kejagung Punya Cukup Alat Bukti Tetapkan Jaksa Pinangki Sebagai Tersangka
Nasional
18 jam yang lalu
Kejagung Punya Cukup Alat Bukti Tetapkan Jaksa Pinangki Sebagai Tersangka
Home  /  Berita  /  DPR RI

PAN DPR RI Apresiasi Pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

PAN DPR RI Apresiasi Pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional
Plh. Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. (Foto: Ist.)
Selasa, 21 Juli 2020 12:17 WIB
JAKARTA - Plh. Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi langkah pemerintah membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 dan menggantinya dengan Pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Diharapkan kinerjanya semakin meningkat. Apalagi secara struktural, komite ini membawahi dua satuan tugas yang menangani aspek kesehatan dan ekonomi secara bersamaan. Dengan begitu akan kelihatan siapa yang akan mengerjakan apa," kata Saleh kepada wartawan, Selasa (21/7/2020).

Fraksi PAN DPR RI berharap, pembagian tugas di struktur baru ini dapat dilakukan lebih adil, dengab proporsi program kerja yang dibagi secara merata. "Tidak boleh mendahulukan pemulihan ekonomi dan meninggalkan penanganan kesehatan. Keduanya harus dikerjakan secara bersamaan,".

"Alokasi anggarannya juga begitu. Harus memperhitungkan berbagai dimensi terkait. Jangan sampai anggaran untuk stimulus bidang keuangan jauh melebihi biaya pengobatan Covid-19. Apalagi, kasus positif covid-19 masih saja naik. Ini tetap harus menjadi perhatian utama," kata Saleh yang duduk di Komisi IX DPR RI itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Pemerintahan, Nasional, DPR RI, Kesehatan, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww