Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
12 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
11 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
6 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
6 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
6 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
5 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Home  /  Berita  /  SEA Games

Vaksin Corona Asal China Dikhawatirkan Tak Halal, Ini Kata LPPOM MUI

Vaksin Corona Asal China Dikhawatirkan Tak Halal, Ini Kata LPPOM MUI
Ilustrasi.
Selasa, 28 Juli 2020 22:54 WIB
JAKARTA - Vaksin corona buatan Sinovac, perusahaan asal China, akan memasuki uji tahap klinis 3 di Bandung, Jawa Barat. Jika sukses, vaksin diproyeksikan  akan siap uji edar Januari 2021.

Tentu ini menjadi kabar baik di tengah pandemi corona di Indonesia yang belum ada tanda-tanda akan berakhir. Dengan vaksin, diharapkan manusia bisa kebal dari SARS-Cov-2. 

Namun kabar baik ini juga diragukan sejumlah pihak. Ada juga yang khawatir soal kehalalan vaksin tersebut. 

Menjawab hal ini, LPPOM MUI siap jika diminta terlibat dalam pengembangan vaksin tersebut. Setelah uji klinis selesai, apabila Komite Pelaksana Uji Klinis mendaftarkan produk vaksin ini, LPPOM akan segera memprosesnya. 

"LPPOM MUI ini kan sifatnya teknis untuk audit halal, kalau ada yang mendaftar pasti akan dikerjakan," kata Wakil Direktur LPPOM MUI Osmena Gunawan saat dihubungi, Selasa (28/7). 

Kata Osmena, LPPOM MUI nanti akan mengecek kandungan vaksin di laboratorium. Prosesnya 3 sampai 6 bulan. 

"LPPOM MUI juga pernah uji vaksin buat haji, vaksin meningitis. Jadi dicek bahan-bahan yang digunakan, alur pekerjaannya seperti apa, berapa lama, kita lihat dulu," ujar dia. 

"Intinya kita siap, kita belum pernah tidak siap, apa pun produknya," sambungnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:gelora.co
Kategori:Badminton, SEA Games, Voli, PON, DKI Jakarta
wwwwww