Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
14 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
Nasional
23 jam yang lalu
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
3
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
Olahraga
15 jam yang lalu
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
4
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
Umum
15 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
5
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
Olahraga
16 jam yang lalu
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
6
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
DPR RI
17 jam yang lalu
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Vaksin Corona Asal China Dikhawatirkan Tak Halal, Ini Kata LPPOM MUI

Vaksin Corona Asal China Dikhawatirkan Tak Halal, Ini Kata LPPOM MUI
Ilustrasi.
Selasa, 28 Juli 2020 22:54 WIB
JAKARTA - Vaksin corona buatan Sinovac, perusahaan asal China, akan memasuki uji tahap klinis 3 di Bandung, Jawa Barat. Jika sukses, vaksin diproyeksikan  akan siap uji edar Januari 2021.

Tentu ini menjadi kabar baik di tengah pandemi corona di Indonesia yang belum ada tanda-tanda akan berakhir. Dengan vaksin, diharapkan manusia bisa kebal dari SARS-Cov-2. 

Namun kabar baik ini juga diragukan sejumlah pihak. Ada juga yang khawatir soal kehalalan vaksin tersebut. 

Menjawab hal ini, LPPOM MUI siap jika diminta terlibat dalam pengembangan vaksin tersebut. Setelah uji klinis selesai, apabila Komite Pelaksana Uji Klinis mendaftarkan produk vaksin ini, LPPOM akan segera memprosesnya. 

"LPPOM MUI ini kan sifatnya teknis untuk audit halal, kalau ada yang mendaftar pasti akan dikerjakan," kata Wakil Direktur LPPOM MUI Osmena Gunawan saat dihubungi, Selasa (28/7). 

Kata Osmena, LPPOM MUI nanti akan mengecek kandungan vaksin di laboratorium. Prosesnya 3 sampai 6 bulan. 

"LPPOM MUI juga pernah uji vaksin buat haji, vaksin meningitis. Jadi dicek bahan-bahan yang digunakan, alur pekerjaannya seperti apa, berapa lama, kita lihat dulu," ujar dia. 

"Intinya kita siap, kita belum pernah tidak siap, apa pun produknya," sambungnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:gelora.co
Kategori:GoNews Group, Kesehatan, Pemerintahan, Umum, DKI Jakarta

wwwwww