Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
21 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
21 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan 'Saya Kafir' dan Anti Islam
Peristiwa
11 jam yang lalu
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan Saya Kafir dan Anti Islam
4
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
DPR RI
16 jam yang lalu
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
5
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
Kesehatan
11 jam yang lalu
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
6
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
DPR RI
15 jam yang lalu
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Dampak Pandemi Ibarat Komputer Hang, Gus Jazil: Perlu di Restart Ulang untuk Kebangkitan Baru

Dampak Pandemi Ibarat Komputer Hang, Gus Jazil: Perlu di Restart Ulang untuk Kebangkitan Baru
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid. (GoNews.co)
Jum'at, 14 Agustus 2020 18:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menaruh banyak harapan usai mendengar pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam sidah tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2020) di Kompleks Senayan, Jakarta.

saat melakukan konferensi press selepas ‘Sidang Tahunan MPR’, Jakarta, 14 Agustus 2020, memberi apresiasi kepada Presiden Joko Widodo.

Harapan tersebut disampaikan Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid saat melakukan konferensi press selepas 'Sidang Tahunan MPR'. Secara khusus, Gus Jazil memberi apresiasi kepada Presiden Joko Widodo.

Dimana Dalam pidato laporan kinerja lembaga-lembaga negara di hadapan anggota MPR, Presiden Joko Widodo memberi apresiasi kepada MPR yang dengan cepat membuat payung program baru "MPR Peduli Covid-19" sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat terhadap pandemi yang telah berlangsung sejak awal 2020.

Apresiasi Jokowi juga disematkan kepada MPR, karena dianggap lembaga tersebut terus melakukan sosialisasi dan aktualisasi Pancasila serta pengkajian sistem ketatanegaraan dan konstitusi. "Presiden dalam sidang tahunan memberi apresiasi kepada MPR. Dan kami juga mengapresiasi pidato Presiden," ujar Gus Jazil.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mencatat point-point penting dalam pidato laporan kinerja lembaga-lembaga negara yang dibacakan oleh Presiden. Point penting itu disebutkan, Presiden mengajak semua element bangsa, kita semua, untuk menjadikan pandemi Covid-19 sebagai momentum kebangkitan baru dengan melakukan lompatan besar dengan membenahi diri secara fundamental. "Menurut saya ini sangat penting sekali disampaikan bahwa semua harus menjadikan momentum krisis pandemi sebagai bagian untuk melakukan lompatan besar," ujar pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu.

Dalam pidatonya kata Gus Jazil, Presiden mengandaikan dampak dari pandemi Covid-19 yang luar biasa, diibaratkan seperti computer yang hang. "Hang, bukan rusak, bukan mati," ujarnya.

Artinya kata Gus Jazil, Indonesia dan dunia terkena virus Covid-19 yang membuat sistem, ekonomi, sosial, pendidikan, pola hubungan sosial berubah. "Makanya moment saat ini ibarat komputer yang hang," paparnya.

Untuk itulah dalam moment seperti ini pula sudah saatnya semua elemen bersama-sama untuk me-restart. "Indonesia harus me-restart kebijakan yang terkait dengan kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya," tukasnya.
 
Dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan dampaknya menurut Gus Jazil, Presiden menawarkan langkah konkret, salah satunya adalah tidak boleh tidak di tahun 2021 harus diperkuat ketahanan pangan nasional dengan menyiapkan, menjamin, mata rantai pasokan produk-produk pangan dari hilir sampai hulu.

"Menurut saya ini sungguh sangat penting dan itu pasti berbasis dengan pedesaaan serta pertanian," tuturnya.

Dari sinilah kata Dia, Presiden menginginkan indeks kesejahteraan petani dan nelayan harus naik pada tahun 2021.

Semenetara terkait RUU APBN dan Nota Keuangan Tahun 2021, Gus Jazil menyebut nota keuangan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo menggambarkan sikap super optimis. "Pertumbuhan juga super optimis dan defisit turun daripada tahun 2020," ujarnya.

Terkait hal itu, Presiden katnya lagi, akan melakukan langkah-langkah yang tidak biasa, extraordinary, yang ruwet-ruwet, yang njlimet-njlimet, dan yang muter-muter harus dibikin lebih cepat. "Itu yang disampaikan Presiden dalam pidato kenegaraan mengenai nota keuangan," ungkapnya.

Gus Jazil berharap Presiden dan seluruh jajaran serta seluruh rakyat sanggup melawan, mengatasi, Covid-19 dengan cara kebangkitan baru dengan merubah mindset, cara pandang, meng-install, me-restart kekuatan di tengah krisis yang ada.***


wwwwww