Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Kritik Pidato Jokowi, PKS: Jangankan Lompat, Jalan Saja Susah!

Kritik Pidato Jokowi, PKS: Jangankan Lompat, Jalan Saja Susah!
Jum'at, 14 Agustus 2020 16:32 WIB
JAKARTA - PKS mengkritik pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang tahunan MPR soal membajak momentum krisis untuk melakukan lompatan besar. PKS menilai 'lompatan besar' yang diminta Jokowi sulit dilakukan saat ini.

"Pandangan saya, jangankan melompat, berjalan pun kita susah kalau tidak ada perubahan fundamental. Mulai dari line up kabinet, mulai penajaman anggaran. UMKM kita jangankan suruh lari sekarang, siuman dari pingsannya saja berat," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Menurut Mardani, banyak sektor yang harus diperbaiki, di antaranya sektor kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Mardani menyatakan rakyat kini tengah menunggu aksi nyata dari pidato Jokowi yang disampaikan hari ini.

"Karena itu, bicara mudah. Aksi yang ditunggu oleh kita semua. Aksi itu jelas, 1, 2, 3 hari ke depan ini apa aksi Pak Jokowi dari pidato yang, dalam tanda kutip, bagus pidatonya," ujarnya.

Mardani juga menyoroti kinerja kabinet yang menurutnya belum tampak di tengah pandemi hingga mengundang kemarahan Jokowi. Menurutnya, jika kinerja kabinet masih kurang, perlu ada perombakan alias reshuffle.

"Saya masih melihat apa yang Pak Jokowi bilang 3 minggu lalu malah belum berubah, ketika banyak yang seperti cuti, dia marah-marah, ketika mengatakan banyak yang tidak extraordinary. Namun, sesudah itu, action-nya apa? Tidak tampak," tutur Mardani.

"Mesti (harus ada reshuffle). Karena banyak sekali kejadian yang extraordinary tidak kelihatan. Contohnya penyaluran sembako, contohnya pembelajaran jarak jauh, masyarakat makin besar bebannya. Apa kehadiran negara?" ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak bangsa Indonesia mengambil momentum krisis akibat pandemi virus Corona (COVID-19) untuk melakukan lompatan besar. Jokowi mengatakan saat ini merupakan waktu untuk melakukan transformasi besar di segala bidang.

"Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan. Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar," kata Jokowi dalam sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (14/8).***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, MPR RI, Nusantara, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww