Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
2 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  PON

Diskusi Penanggulangan Bencana Amcolabora bersama DPR dan Pemerintah Hasilkan Kesepakatan...

Diskusi Penanggulangan Bencana Amcolabora bersama DPR dan Pemerintah Hasilkan Kesepakatan...
Tangkapan layar virtual webinar RUU Penanggulangan Bencana. (Gambar: Ist./Amcolabora)
Sabtu, 15 Agustus 2020 19:54 WIB

JAKARTA - Lembaga Penelitian, Amcolabora, menggelar diskusi webinar bersama Dewan Perwakilan Rakyat (RI) dan Pemerintah bertajuk ‘Kelembagaan, Koordinasi dan Partisipasi: Masukan untuk RUU Penanggulangan Bencana’.

Diskusi yang berlangsung pada Sabtu (15/8/2020) itu, menghasilkan kesimpulan dan kesepakatan bahwa RUU Penanggulangan Bencana sangat krusial dan ditunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia saat ini.

“Kita sepakat bersama-sama untuk mengawal proses RUU tersebut untuk penguatan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia, serta berkontribusi bagi pembelajaran (lesson learnt) bencana ke dunia,” kata Direktur Amcolabora yang juga Juru Bicara KLC, Nukila Evanty dalam pernyataan tertulis, Sabtu.

RUU Penanggulangan Bencana, setidaknya memuat enam aspek perubahan yakni; Kelembagaan, Perencanaan, Pendanaan, Penyelenggaraan, Kebijakan, dan Kapasitas (SDM, IPTEK, Big Data).

Keseluruhan aspek ini, kata Nukila, secara sistem harus diperkuat bersama untuk mewujudkan Indonesia Tangguh Bencana. “Perlu ada pembicaraan dan titik temu antara pemerintah dan badan legislatif tentang pola kerja dan bentuk lembaga yang menangani bencana dan bagaimana kolaborasi kewenangan antar lembaga dan stakeholder agar dihasilkan respon dan ketahanan bencana yang optimal baik pra-masa tanggap daurat-pasca bencana,”.

Oleh karena itu, lanjut Nukila, RUU Penanggulangan Bencana ini ke depannya tidak hanya memperkuat kelembagaan penanggulangan bencana dengan nuansa koordinasi-komando-pelaksana, tetapi juga nuansa kolaborasi, berbasis pentahelix.

Diskusi virtual tersebut telah menyadarkan pentingnya penguatan peran daerah baik secara kelembagaan, kontribusi pembiayaan dan leadership yang perlu terus diupayakan, seiring dengan upaya perkuatan peran dan partisipasi masyarakat sipil sebagai perpanjangan langsung semangat inklusifitas dan peningkatan literasi publik dalam semua aspek pembangunan, termasuk kebencanaan.

“Bencana dan dampak krisis yang kita hadapi saat ini harus menjadi momentum untuk mereformasi penyelenggaraan penanggulangan bencana melalui RUU Penanggulangan Bencana dengan bertujuan untuk memperkuat Sistem Nasional Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dan Ketahanan Bencana pada unit/skala terkecil yaitu desa/RT&RW/komunitas/keluarga/individu. Termasuk dalam hal ini adalah pengembangan MHEWS yang berbasis komunitas dan untuk komunitas,” kata Nukila.

Sebagai kesimpulan akhir, Ia memungkasi, mindset Indonesia sebagai supermarket bencana harus diubah menjadi mindset opportunity, yaitu Indonesia sebagai laboratorium bencana. “Hal ini tentunya perlu diiringi kapasitas dan ketangguhan seluruh masyarakat Indonesia dalam menghadapi ancaman dan risiko bencana,”. 

Hadir dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, TB. Ace Hasan Syadzily, Direktur DTTP Kementerian PPN/Bappenas, Velix Wanggai, Penasihat Utama Pujiono Center, Puji Pujiono, dan Bernardus Wisnu Widjaja (Deputi Strategi BNPB).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nusantara, Nasional, Voli, PON
wwwwww