Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
Peristiwa
13 jam yang lalu
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
2
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
Olahraga
10 jam yang lalu
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
3
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
Peristiwa
12 jam yang lalu
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
4
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
Nasional
14 jam yang lalu
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
5
Berhentikan Sahril Topan, DPP PAN Tunjuk Syamsurizal jadi Plt Ketua DPD PAN Rohul
Politik
24 jam yang lalu
Berhentikan Sahril Topan, DPP PAN Tunjuk Syamsurizal jadi Plt Ketua DPD PAN Rohul
6
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
Sepakbola
11 jam yang lalu
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Hari Ini, BP2MI Resmi Bentuk Satgas Pemberantasan Pengiriman Pekerja Migran Ilegal

Hari Ini, BP2MI Resmi Bentuk Satgas Pemberantasan Pengiriman Pekerja Migran Ilegal
Kepala BP2MI, Benny Rhamdhani usai Launching Satgas Anti Sindikat Pengiriman Pekerja Migran Ilegal di Ruang Serbaguna BP2MI.(GoNews)
Senin, 17 Agustus 2020 16:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) secara resmi telah membentuk satuan tugas (Satgas) untuk memberantas praktik pengiriman pekerja migran secara ilegal.

Pembentukan Satgas pemberantasan sindikat pemgiriman PMI Ilegal tersebut, berlangsung di Ruang Serba Guna Gedung BP2MI,  Senin (17/8/2020).

Dalam deklarasinya, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, Satgas tersebut sengaja diresmikan bertepatan dengan HUT RI ke 75 yakni Senin, 17 Agustus 2020 dengan harapan semangat Kemerdekaan bisa menjadi langkah awal 'Memerdekakan Pekerja Migran Indonesia' dari hisapan lintah mafia.

"Memaknai satgas ini adalah untuk membebaskan pekerja migran, agar terbebas dari sindikasi pengiriman ilegal yang selama ini merongrong hak-hak pekerja migran kita," kata Benny.

Menurut Benny, pekerja migran sangat membutuhkan peran negara untuk memberantas praktik pengiriman pekerja migran secara ilegal.

Oleh karena itu, Satgas akan bertugas memberantas oknum-oknum yang terlibat praktik ilegal tersebut. "Nah kita ingin bersihkan agar tidak ada lagi praktik kejahatan komplotan mafia sindikat pengirim tenaga kerja ke luar negeri secara ilegal," ungkapnya.

Hari ini, menurut BP2MI, telah menorehkan sejarah di hari kemerdekaan dengan melaunching tiga sekaligus program BP2MI.

Pertama pihaknya melaunching program Pembebasan Biaya Penempatan PMI, pembentukan Satgas pemberantasan Sindikat PMI dan Moderenisasi Sistem Informasi Tata Kelola Pekerja Migran.

"Dengan tiga program tersebut, kami berupaya untuk memerdekakan PMI dari sindikat perusahaan pengiriman tenaga migran. BP2MI tidak ada tawar menawar, tidak ada basa basi, tidak ada istilah negoisasi lagi terhadap orang-orang yang ingin memanfaatkan Pekerja Migran untuk mengumpulkan kekayaan pribadi dengan merampas kemerdekaan pekerja migran," tegasnya.

Slogan Memerdekakan PMI menuju Indonesia Maju menurut Benny, bukan sebatas slogan. Karena BP2MI kata mantan Anggota DPD RI dua periode ini, tidak akan basa-basi lagi dalam melindungi PMI. "Sejak saya dilantik, saya sadar ada problem besar yang menjadi tugas saya, yakni memberantas sindikat yang selama ini dibakeingi Oknum TNI, Oknum Polisi dan Oknum Imigrasi, dan mulai hari inilah, kita akan buktikan bahwa Satgas yang kita bentuk tidak main-main dan siap sikat sindikat," tukasnya.

Satgas itu kata Benny, memiliki beberapa tugas yang diantaranya adalah melakukan pencegahan serta perlindungan di kantong-kantong PMI, kemudian di kawasan perbatasan hingga negara tujuan. "Satgas ini juga diisi berbagai elemen ormas keagaaman, LSM serta lembaga yang peduli dengan PMI. Kemudian juga ada unsur TNI dan Polri," urainya. 

Benny juga menjelaskan, satgas tersebut juga diisi para pegawai di internal BP2MI. "Selain pegawai ada juga mantan KPK yang kita masukan di situ, dari NGO kita masukan di situ, yang mewakili organisasi keagamaan juga kita masukan," ucapnya.***


wwwwww