Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Refly Harun Doakan Inisiator KAMI, Din Syamsuddin Agar Tak Dikejar 'Pendekar Jahat'

Refly Harun Doakan Inisiator KAMI, Din Syamsuddin Agar Tak Dikejar Pendekar Jahat
Selasa, 18 Agustus 2020 12:06 WIB
JAKARTA - Ahli hukum tata negara Refly Harun mendoakan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI, Din Syamsuddin agar tidak dikejar pendekar jahat.

Hal itu dikatakan Refly Harun saat berbincang dengan Din Syamsuddin melalui channel YouTube Refly Harun, Selasa (18/8/2020).

"KAMI salah satu tokohnya adalah Prof Din Syamsuddin. Mudah-mudahan tidak banyak yang mencarinya nanti, terutama orang-orang para pendekar berwatak jahat," kata Refly Harun saat mengawali perbincangannya dengan Din Syamsuddin.

Refly lantas meminta Din Syamsuddin untuk menjelaskan apa tujuan pendirian KAMI.

Menjawab itu, Din Syamsuddin mengutip penggalan lagu tempo dulu yang sering dia dengarkan. "Dipalu semakin maju, diarit semakin bangkit, diserang semakin menerjang," tegas mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Menurut Din, KAMI sebenarnya adalah meeting of mind, mempertemukan pikiran, perasaan, hati dari banyak pihak. "Sesungguhnya dari beberapa tahun ini sebagian dari mereka sudah mengekspresikan kekecewaanya, bahkan kesedihan terhadap perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara," ucap Din.

Ia mengatakan ada tokoh yang sedih karena mereka mengetahui cita-cita kehidupan berbangsa dan bernegara yang diletakkan oleh para pendiri bangsa itu ternyata menyimpang atau menyeleweng.

Ada pula tokoh yang kecewa karena kesejahteraan dan keadilan di negeri ini tidak tercapai. Atas dasar itulah, para tokoh melakukan pertemuan dan sepakat untuk mendirikan KAMI.

"Ini kemudian terjadi pergumulan, mengkristal, bertemu, makanya jadi arus besar. Sementara sarana untuk menyalurkan aspirasi agaknya terakhir ini tersumbat. Ini nyaris bottleneck, leher botol menyumbat," tambah Din.

Menurut Din, KAMI lahir karena DPR yang seharusnya mewakili rakyat untuk menyuarakan aspirasi justru diam. "Selain itu, penegakan hukum amburadul, tajam ke bawah tumpul ke atas," tandas Din Syamsuddin.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww