Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  PON

Semangat Baru KLC: 'You Could be In The Book'

Semangat Baru KLC: You Could be In The Book
Gambar: Tangkapan layar
Selasa, 18 Agustus 2020 07:46 WIB

JAKARTA - Juru bicara Koalisi Lawan Corona (KLC), Nukila Evanty menyatakan, pihaknya akan mulai berfokus pada upaya penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapan kebiasaan baru termasuk protokol kesehatan dalam menanggulangi pandemi Covid-19. 

"Mulai 18 Agustus 2020, KLC akan fokus pada penguatan awareness ke masyarakat. Kenaikan angka penyebaran Covid 19 yang masih terus terjadi disebabkan karena minimnya edukasi yang dilakukan pemerintah maupun Satgas Penanganan Covid-19 termasuk advokasi new life style atau new way of life," kata Nukila kepada wartawan, Selasa (18/8/2020).

Fokus kedua, lanjut Nukila, adalah mengawal kebijakan pemerintah terkait akses kesehatan (termasuk vaksinasi), dan pemulihan ekonomi.

"Kita tahu bidang ketenagakerjaan masih jadi soal. Kita melihat dengan mata telanjang, beberapa keluhan masyarakat terkait program kartu prakerja, misalnya. Dan minimnya informasi terkait padat karya pemerintah," kata Nukila.

Terkait dengan hal itu, sambungnya, "KLC mendorong pengawasan terhadap perusahaan dan sektor bisnis untuk merekrut kembali karyawan yang dirumahkan atau di PHK,".

Sejak mula, inti pergerakan sosial KLC sebagai aliansi masyarakat sipil adalah menguatkan perlindungan terhadap masyarakat yang paling terdampak dari Covid 19. "Hari ini kami semakin melihat bahwa perjuangan bangsa kita untuk bangkit dan melakukan lompatan kemajuan tidak bisa dianggap mudah,".

"Kita tidak bisa abai ketika analis menyebut bahwa Indonesia bisa saja memakan waktu 10 tahun untuk bangkit. Dan kita tak boleh lengah lantaran data lain menyebut bahwa negara kita akan menjadi 4 besar kekuatan ekonomi dunia pasca pandemi. Semua analisa bisa jadi hanya sebatas hipotesa semata ketika kita enggan untuk bersinergi hadapi pandemi,".

Kaenanya, kata Nukila, KLC semakin membuka diri pada anak bangsa yang ingin mendaftar dan turut berkontribusi untuk kepentingan bangsa dan negara. "Siapapun, bisa DM (direct messages) saya untuk kita sama-sama berbuat yang terbaik bagi bangsa,".

Di momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 75 pada 17 Agustus 2020 kemarin, kata Nukila, KLC pun meluncurkan logo baru dengan identitas warna merah dan kuning, yang maknanya, "waspada, mawas diri dan berani melawan virus Covid-19,".

"Riset kami terus berjalan. Data-data terus kami himpun, termasuk dari desk pengaduan masyarakat yang aktif 24 jam di setiap hari. Sebuah buku juga akan kami terbitkan sebagai bagian dari sejarah, and you could be in the book," kata Nukila.

Ia memungkasi, "KLC telah melakukan beberapa hal selama pandemi ini berlangsung. Besok, kami gelar diskusi dengan pihak pemerintah, NGO dan Peradi, untuk bagaimana kita melindungi Pekerja Migran Indonesia di tengah pandemi. Jadi, jika Anda bertanya apa itu KLC, saya harap Anda ingat satu saja kata; 'Perlindungan''.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Nasional, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww