Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
Peristiwa
13 jam yang lalu
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
2
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
Olahraga
11 jam yang lalu
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
3
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
Peristiwa
13 jam yang lalu
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
4
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
Nasional
14 jam yang lalu
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
5
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
Sepakbola
12 jam yang lalu
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
6
Gol Saltonya Terbaik, Widodo Terimakasih Kepada Netizen
GoNews Group
11 jam yang lalu
Gol Saltonya Terbaik, Widodo Terimakasih Kepada Netizen
Home  /  Berita  /  Politik

DPR Minta Pemerintah jadi True Leader saat Pandemi

DPR Minta Pemerintah jadi True Leader saat Pandemi
Senin, 17 Agustus 2020 23:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah menjadikan peringatan 75 tahun kemerdekaan Indonesia sebagai momentum bangkit dari krisis.

"Jadilah 'the true leader', pengayom dan pembimbing rakyat keluar dari cengkeraman pandemi Covid-19," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/08/20).

Menurut Netty, saat ini bangsa Indonesia sedang menuju krisis multidimensi yang meliputi krisis ekonomi, kesehatan, keamanan, budaya dan kepemimpinan.

"Jika kita ingin keluar dari krisis, maka kita mmebutuhkan pemimpin yang memiliki magnet untuk menyatukan energi potensial rakyat menjadi energi kinetik kebangkitan, bersatu melawan pandemi Covid-19. Dengan begitu, Indonesia maju tidak hanya angan-angan," paparnya.

Netty juga mengatakan, HUT RI ke-75 harus dimaknai sebagai upaya membebaskan bangsa dari segala jenis penjajahan. "Dulu para pahlawan berperang untuk memerdekakan bangsa, jangan sampai saat ini, secara sadar atau pun tidak, kita justru dijajah bangsa lain dengan cara dan model yang berbeda," katanya.

Dalam pandangan Netty, salah satu faktor yang dapat membuat kita lemah adalah ketidakmampuan menentukan arah bangsa sendiri dan selalu mengekor pada kepentingan asing. Jika ini terjadi, maka anak cucu kita akan mewarisi negara yang lemah yang dengan mudah dikendalikan oleh kepentingan-kepentingan bangsa lain," tambahnya.

Oleh karena itu, Netty mengingatkan pemerintah agar selalu hadir di tengah masyarakat dan menyelesaikan problem yang menjadi tanggung jawab negara. "75 tahun merdeka bisa jadi belum bermakna apa-apa saat rakyat sebagai pemilik sah negeri ini masih didera kemiskinan, kebodohan dan kesengsaraan," pungkasnya.***


wwwwww