Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  SEA Games

Warga Lima Puluh Kota Rampas Peti Jenazah Pasien Covid-19, Petugas yang Akan Mengubur Diusir

Warga Lima Puluh Kota Rampas Peti Jenazah Pasien Covid-19, Petugas yang Akan Mengubur Diusir
Pemakaman jenazah pasien Covid-19 menggunakan protokol kesehatan. (int)
Selasa, 25 Agustus 2020 15:31 WIB

LIMAPULUH KOTA -- Warga merampas dan membuka peti jenazah pasien Covid-19 kembali terulang. Yang terbaru terjadi di Taeh Baruah Padang Parit Panjang, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Senin (24/8/2020).

Dikutip dari Inews.id, Kepala Dinas Kabupaten Limapuluh Kota, Tien Septino membenarkan kejadian itu. Dituturkannya, ada seorang warga Limapuluh Kota, yakni YS (47) jenis kelamin laki-laki, terkonfirmasi positif Covid-19 pada Jumat, 21 Agustus 2020. Kemudian meninggal dunia pada Senin, 24 Agustus 2020, sekira pukul 18.45 WIB di RS Ahmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

''Tim medis RSAM menyelenggarakan jenazah almarhum secara Islam dengan mengkafani, menshalatkan dan memandikan almarhum di RSAM. Setelah itu, barulah dimasukkan ke dalam peti jenazah dan dibawa ke kampung halamannya di Taeh Baruah,'' kata Tien, Selasa (25/8/2020).

Saat menjalankan protokol kesehatan di RSAM disaksikan dari jauh oleh istri almarhum. Keluarga memastikan tim medis telah menyelenggarakan jenazah secara Islam.

Setelah diantar ke rumah duka sekira pukul 21.00 WIB, warga sekitar dan keluarga almarhum menolak pemakaman secara protokol Covid-19. Peti jenazah dirampas dan petugas yang akan menyelenggarakan penguburan jenazah secara protokol kesehatan diusir. Bahkan beberapa pejabat, seperti Wabup Limapuluh Kota, Camat dan Kapolsek Payakumbuh juga diusir keluarga korban dan warga.

''Diusir semuanya. Perangkat daerah yang berkunjung disuruh pergi oleh warga dan keluarga,'' katanya.

Lanjutnya, setelah itu peti jenazah dan plastik pembungkus jenazah dibuka, diteruskan mereka memandikan lalu shalat jenazah lagi di masjid terdekat.

''Saat petugas pergi karena diusir, seluruh APD petugas medis diletakkan dan diberikan kepada keluarga untuk dipakai, tapi ternyata dalam penyelenggaraan itu tidak dipakai. Kami sudah beri pemahaman, tapi tidak didengar. Almarhum kembali dishalatkan, dimandikan dan dikafani,'' katanya.

Pukul 22.30 WIB, jenazah dikebumikan keluarganya tak jauh dari kediaman.

Akibat peristiwa itu tim kesehatan akan melakukan tracking secara besar-besaran kepada keluarga dan warga Taeh Baruah yang hadir di rumah duka Senin malam.

''Pagi ini kami rapat bersama dengan TNI, polisi serta petugas lain untuk mengambil sikap kepada warga, sebab secara sosialisasi dan kekeluargaan sudah kita lakukan tapi tidak bisa, jadi kita akan tegas nantinya,'' ujarnya. ***

Editor:hasan b
Sumber:inews.id
Kategori:Olympic, SEA Games
wwwwww