Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
19 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
20 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
Sepakbola
23 jam yang lalu
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
4
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
Sepakbola
23 jam yang lalu
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
5
Kalahkan Dinamo Zagreb, Shin Tae-yong Puas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kalahkan Dinamo Zagreb, Shin Tae-yong Puas
6
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan 'Saya Kafir' dan Anti Islam
Peristiwa
9 jam yang lalu
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan Saya Kafir dan Anti Islam
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

DPR Diminta Dukung Peningkatan Pajak Masuk Komoditas Pangan Impor

DPR Diminta Dukung Peningkatan Pajak Masuk Komoditas Pangan Impor
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo. (Gambar: Tangkapan layar virtual)
Rabu, 26 Agustus 2020 13:58 WIB

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo, meminta ke pada Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) RI untuk mendorong peningkatan pajak masuk komoditas pangan impor.

Hal itu disampaikan oleh Mentan Syahrul dalam rapat terbuka dengan Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Baca Juga: Bantuan Rp120 Miliar Diserahkan untuk Pertanian NTB

Baca Juga: Snggung Krisis Pangan BNPB Pesankan Pentingnya Sinergi

"Pak Ketua, itu kalau bisa, pajak masuk impor itu dinaikkan. Supaya kedelai saya bisa terpakai, ubi kayu saya, jagung saya," kata Mentan Syahrul kepada pimpinan rapat.

Syahrul memaparkan, hal itu penting dilakukan agar hasil panen pangan nasional bisa diserap dengan optimal. Selisih harga berkisar Rp2.000 untuk komoditas tertentu antara pangan lokal dengan pangan impor akan mengganggu serapan hasil pangan lokal di dalam negeri.***

Baca Juga: Rencana Pengembangan Lumbung Pangan Diserahkan ke Menhan


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Pemerintahan, Nasional, DPR RI, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww