Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
Peristiwa
11 jam yang lalu
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
2
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
MPR RI
9 jam yang lalu
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
3
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
Kesehatan
9 jam yang lalu
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
4
Perdana dan di Tengah Pandemi, Petani Batang Ekspor Bawang Putih untuk Obat
Ekonomi
23 jam yang lalu
Perdana dan di Tengah Pandemi, Petani Batang Ekspor Bawang Putih untuk Obat
5
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
Ekonomi
21 jam yang lalu
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
6
PSS Hadapi Persik Kediri Jadi Laga Pembuka
Sepakbola
7 jam yang lalu
PSS Hadapi Persik Kediri Jadi Laga Pembuka
Home  /  Berita  /  Olahraga

Masyarakat Wingchun Tak Mau Gabung dengan FWI 

Masyarakat Wingchun Tak Mau Gabung dengan FWI 
Plt Ketua Pengprov WI Jakarta, Gunawan Tjokro didampingi Ario (kiri), Ketua Harian Pengprov WI, Herman Wijaya (kanan) dan Ming Yeoh (belakang)
Rabu, 26 Agustus 2020 22:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ternyata Federasi Wingchun Indonesia (FWI) yang disahkan KONI Pusat dalam Rakernas KONI tidak mendapat pengakuan dari masyarakat wingchun. Mereka mnyatakan tetap berada di bawah naungan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) yang dipimpin Airlangga Hartarto. 

"Saya mewakili komunitas wingchun Indonesia mengatakan bahwa kami adalah keluarga wushu yang bernaung di PB WI. Dan, kami tidak akan bergabung dengan Federasi Wingchun Indonesia," kata R Ario Bondank, dari perguruan wingchun ACMA Jakarta saat acara pemberian sertifikat keanggotaan bagi perguruan Wingchun/wushu tradisional se-DKI Jakarta yang dilakukan Pengprov WI Jakarta di Gedung KONI DKI Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Alasan Ario tetap bergabung dengan wushu karena Federasi Wushu Internasional (IWUF) memasukkan nomor wingchun dalam nomor pertandingan resminya. "IWUF saja selaku federasi resmi internasional saja memasukkan wingchun. Makanya, kami ingin tetap bersama wushu untuk meraih prestasi dalam rangka membawa harum nama bangsa dan negara di ajang internasional," katanya. 

Pemuda berambut kuncir ini mengungkapkan bahwa FWI itu tidak mewakili masyarakat wushu. "Itu hanya ambisi pribadi pak Marthin Kusuma yang selama ini mengkalim dirinya pemilik sah wingchun Indonesia," katanya.

Hal senada juga dilontarkan Ming Yeoh dari perguruan WTC Jakarta. "Kita ingin tetap berada dalam naungan PB WI. Sebab, wingchun itu adalah bagian dari wushu," ujarnya. 

Sama halnya dengan Ario, Pierre Prawira dari Rogue Warrior juga mengakui wingchun memang tidak bisa terpisah dari wushu. "Tidak mungkin ada dua organisasi dalam satu negara diakui IWUF. Terus, FWI mau dibawa kemana?," tanyanya. 

"Ya, kami juga berharap KONI Pusat menganulir keputusan memasukkan Wingchun sebagai anggotanya. Semua itu demi persatuan dan kemajuan olahraga beladiri wushu Indonesia," tambahnya.  ***


wwwwww