Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
20 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
13 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
20 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Menpora Minta Cukup PB WI Saja Jadi Anggota KONI

Menpora Minta Cukup PB WI Saja Jadi Anggota KONI
Rabu, 26 Agustus 2020 23:16 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali meminta wingchu tetap berada di bawah naungnan PB WI. Apalagi, olahraga kungfu itu merupakan bagian dari wushu. Permintaan ini disampaikan ketika menanggapi Winghcun disahkan sebagai  anggota KONI pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI secara virtual yang akan berakhir, Kamis, 27 Agustus 2019.

"Wingchun itu kan aliran kungfu tradisional jadi sebaiknya berada di PB WI. Sama halnya dengan aliran yang ada pada cabang olahraga karate yang berada di bawah naungan PB Forki. Kan, tidak mungkin aliran dalam karete diterima menjadi anggota KONI. Begitu juga aliran pencak silat yang sudah berada dalam wadah Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI). Saya minta Wingchun tidak menjadi sebagai anggota. Cukup PB WI saja," tegas Zainudin Amali yang dihubungi melalui telepon selular, Rabu (26/8/2020) malam saat dikonfirmasi tentang adanya usulan Whingchun untuk menjadi anggota KONI dalam Rakernas.

Keinginan Zainudin Amali ini cukup beralasan. Apalagi, PB WI yang berafiliasi pada Federasi Wushu Internasional (IWUF) sudah menjadi anggota KONI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Bahkan, dia menyebut cabang olahraga wushu di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto sudah menjadi andalan Kontingen Indonesia pada SEA Games dan Asian Games.

"Pak Airlangga itu sangat mencintai olahraga wushu. Dan, saya yakin wingchun bisa mengikuti jejak wushu yang telah mencatat prestasi pada SEA Games dan Asian Games dan kejuaraan dunia," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Bendahara Umum PB WI yang juga Plt Ketua Pengprov WI DKI Jakarta, Gunawan Tjokro meminta KONI Pusat menganulir keputusan Rakernas yang memasukkan wingchun sebagai anggotanya. Pasalnya, wingchun merupakan salah satu aliran beladiri kungfu yang selama ini berada di bawah naungan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI).

'Winchun itu bagian dari wushu. Kami adalah satu keluarga yang tak bisa dipisahkan. Faktanya, Federasi Wushu Internasional (IWUF) telah memasukkan nomor wingchun dalam pertandingan resminya," katanya.

Dengan di bawah satu naungan IWUF, lanjut Gunawan Tjokro, terlalu riskan untuk menjadikan Wingchun sebagai anggota KONI. "Di wushu itu ada ratusan aliran. Kalau semua aliran menginginkan menjadi anggota KONI apa harus diakomodir?" tanya dia.

Pada Kejuaraan Kungfu Inti Bayangan Open 2015 di Jakarta, PB WI sudah mempertandingkan nomor wingchun. Bahkan, PB WI dan Sasana Inti Bayangan selaku penyelenggara mendatangkan guru besar dari Hong Kong, Grand Master Samuel Kwok. Begitu juga pada International Kungfu Championships di Bali, Desember 2018 dan 2019.

"Saya itu juara Wingchun nomor Wooden Dummy di Bali pada tahun 2018 dan 2019. Dan, saya juga tahu persis pak Airlangga itu memperhatikan semua aliran kungfu yang ada di Indonesia," timpal Ketua Harian Pengprov WI DKI Jakarta, Herman Wijaya.

Atas fakta yang ada itu, Herman Wijaya yang merupakan pemilik Sasana Rajawali Sakti juga berharap KONI Pusat menganulir keputusan memasukkan wingchun sebagau anggota. "Semua itu demi kebaikan keluarga besar wushu dan kungfu Indonesia. Mari kita bangun wushu beserta nomor nomor yang ada di dalamnya," katanya. ***

wwwwww