Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
5
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
20 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Bahas Kerugian Pertamina, DPR Segera Panggil Ahok

Bahas Kerugian Pertamina, DPR Segera Panggil Ahok
Kamis, 27 Agustus 2020 10:49 WIB

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berencana memanggil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan jajaran direksi untuk membahas Rp 11 triliun selama semester pertama tahun 2020 pekan depan.

"Kami minta penjelasan bagaimana mereka mengantisipasi kinerjanya, termasuk apa saja yang menjadi daya dukung dan daya dorong agar kinerjanya pulih," ujar Wakil Komisi VII DPR Eddy Soeparno, Rabu (26/8/2020) kemarin.

Menurutnya, kerugian Pertamina tak terlepas dari dampak virus pandemi Covid-19 mempengaruhi konsumsi bahan bakar masyarakat seiring dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, saat ini aktivitas masyarakat kembali normal seiring dengan adaptasi tatanan kehidupan baru ditengah pandemi. "Ada normalisasi tapi tidak pada tahap normal pra-Covid. Jadi memang kalau ada rebound, kembali lagi, kami belum sempat bertanya lagi dengan Pertamina," ucapnya.

Saat ini, menurut Eddy, sebagian masyarakat sudah berani beraktivitas meski tak berarti semuanya berani beraktivitas secara normal. Banyak orang, masih takut melakukan aktivitas normal kembali meski harus menerapkan protokol kesehatan.

Seperti diketahui, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian Pertamina (tidak diaudit) per 30 Juni 2020, terlihat perusahaan merugi USD 767,92 juta atau sekitar Rp 11,13 triliun. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi kurs Rp 14.500 per dolar AS.

Meski tercatat kerugian, Pertamina mencatat laba operasi Juni 2020 sebesar USD 443 juta dan EBITDA sebesar USD 2,61 miliar. Hal tersebut, menurut VP Komunikasi Perusahaan Pertamina Fajriyah Usman , menunjukkan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan baik.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, Metropolitan, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww