Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ketua DPR: Pemerintah harus Jamin Pendidikan Anak Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

Ketua DPR: Pemerintah harus Jamin Pendidikan Anak Indonesia di Masa Pandemi Covid-19
Kamis, 27 Agustus 2020 20:22 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA- Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah membuat data akurat tentang pelajar terdampak pandemi Covid-19 agar kebijakan yang dijalankan memastikan semuanya mendapat hak akan pendidikan.

Puan berharap pemerintah lebih serius dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan pendidikan pada masa pandemi, agar para pelajar mendapat kepastian dalam memperoleh hak pendidikannya.

"Data akurat akan menjadi fondasi bagi penyusunan kebijakan pembelajaran jarak jauh, memberi bantuan yang tepat penerima dan tepat guna," kata Puan, melalui siaran pers yang diterima GoNews.co, Kamis (27/8/2020).

Puan menyampaikan, pandemi Covid-19 memberi dampak luas pada semua sektor. Banyak orang mengalami penurunan penghasilan, bahkan sampai ada yang kehilangan pekerjaan.

Di saat bersamaan, ada perubahan model belajar yang semula tatap muka di sekolah, menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang membutuhkan fasilitas tambahan seperti internet dan perangkat pendukungnya.

"Pelajar di Indonesia membutuhkan akses internet, membutuhkan kuota internet maupun pulsa untuk dapat mengikuti pelajaran daring. Tapi, belum semua pelajar bisa mengakses internet karena keterbatasan," ungkap Puan.

"Di sisi lain, tenaga pendidik juga harus melakukan berbagai penyesuaian metode pembelajaran di masa darurat ini. Pemerintah juga harus memastikan skema penggunaan dana BOS untuk membantu siswa mendapat kuota internet berjalan dengan baik," tandasnya.

Puan menegaskan, DPR RI sangat berharap pemerintah dapat melakukan terobosan untuk penyesuaian sistem pendidikan nasional pada masa darurat akibat Covid-19. Kebutuhan pelajar juga bertambah sehingga menuntut tenaga pendidik meningkatkan keterampilannya, salah satunya penguasaan teknologi digital.

"Pembangunan sumber daya manusia Indonesia jangan sampai terhambat karena pandemi Covid-19. Nasib Indonesia ke depan ditentukan generasi muda yang saat ini tetap berjuang menjalani pembelajaran jarak jauh di masa pandemi," ungkap wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah V tersebut.

"Pemerintah juga harus mampu memberikan solusi bagi para pelajar yang karena kendala geografis dan keterbatasan infrastruktur telekomunikasi belum bisa mengikuti proses pembelajaran. Pendidikan adalah hak setiap anak yang harus dipenuhi demi masa depan bangsa dan negara Indonesia," sambungnya.

Puan mengapresiasi para anggota DPR yang sudah menyediakan akses wifi di rumah aspirasi daerah pemilihan masing-masing. "Saya berharap semua anggota DPR ikut membantu menyediakan akses wifi untuk kegiatan belajar mengajar masyarakat," pungkasnya.***

wwwwww