Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  MPR RI

MPR Dorong Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Nelayan

MPR Dorong Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Nelayan
Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam Dialog Kebangsaan dengan Nelayan dan Petani Tambak, di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (27/8).
Kamis, 27 Agustus 2020 20:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

SIDOARJO - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi yang menyiapkan tambahan anggaran mencapai Rp 1,2 triliun untuk bantuan tunai sebesar Rp 600 ribu per bulan kepada para nelayan terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan yang diberikan sejak Juni hingga Desember 2020, melengkapi berbagai bantuan lain yang sudah ada di program Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun Kementerian Sosial.

"Pandemi Covid-19 membatasi berbagai aktivitas perekonomian yang berdampak pada terhambatnya supply dan demand. Termasuk di sektor perikanan. Nelayan tak bisa melakukan banyak penangkapan ikan, produksi Ikan yang dibudidayakan petani tambak juga tak bisa dipasarkan, karena permintaan masyarakat menurun akibat restoran maupun usaha kuliner belum beraktifitas normal. Efeknya, pendapatan nelayan dan petani tambak merosot. Karenanya, berbagai program bantuan yang disiapkan pemerintah, harus disalurkan secara cepat, tepat, dan bermanfaat," ujar Bamsoet dalam Dialog Kebangsaan dengan Nelayan dan Petani Tambak, di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (27/8).

Turut hadir antara lain Sekda yang juga Plh Bupati Sidoarjo Achmad Zaini, Anggota Komisi IV DPR RI Robert Kardinal dan Ketua Umum GERAK BS Dwie Aroem Hadiatie. Mantan Ketua DPR ini mengungkapkan, sebagai negara dengan garis pantai terpanjang ke-2 dunia mencapai 108 ribu Km dan luas perairan mencapai 6,4 juta Km2, menyimpan potensi kekayaan yang bisa dikembangkan untuk kesejahteraan rakyat.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkirakan, kekayaan laut Indonesia mencapai Rp 1.772 triliun. Meliputi potensi perikanan Rp 312 triliun, mangrove Rp 21 triliun, lamun Rp 4 triliun, wilayah pesisir Rp 560 triliun, bioteknologi Rp 400 triliun, wisata bahari Rp 20 triliun, minyak bumi Rp 210 triliun, dan transportasi laut Rp 200 triliun.

"Ironisnya, tingkat kesejahteraan nelayan terbilang masih rendah. Kementerian Kelautan dan Perikanan di akhir 2019 mencatat 50 persen klaster perikanan nelayan berada dalam status kemiskinan. Sumbangan sektor kemaritiman terhadap PDB nasional juga masih kecil, sekitar 7 persen. Menandakan masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi," tandas Bamsoet.

Dalam Dialog Kebangsaan tersebut, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga berbagi kebahagiaan dengan mengadakan kuis Empat Pilar kepada para nelayan, berhadiah sepeda 'Bromsoet'. Para nelayan membuktikan diri melafalkan Pancasila. Bahkan saat diminta membacakan Pancasila secara acak, mereka tetap bisa melakukannya. Bamsoet juga pemberian santunan untuk anak yatim, janda, dan dhuafa.

"Pengetahuan para nelayan tentang Pancasila bukan sebatas hapalan semata. Mereka juga membuktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan bergotongroyong membetulkan perahu yang rusak, hingga saling dukung modal. Bahkan tak jarang jika tangkapan ikan melimpah, dibagi ke nelayan lain yang tak memiliki banyak tangkapan. Mereka menghadirkan Pancasila bukan sebatas ucapan, melainkan sudah dalam perbuatan," pungkas Bamsoet.***

wwwwww